Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Persiapan PON 2028, NTB Usulkan Rp 700 Miliar ke Pusat

Yuyun Kutari • Minggu, 28 Juni 2026 | 00:43 WIB
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti. (YUYUN/LOMBOK POST).
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti. (YUYUN/LOMBOK POST).

LombokPost-Setelah menerima keputusan resmi dari Pemerintah Pusat, Pemprov NTB menegaskan kesiapan penuh, untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 bersama NTT. 

“Kalau kita pasti siap dan harus siap, dan kita harus yakin mampu untuk melaksanakan PON 2028,” terang Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (25/6). 

Langkah awal, Pemprov NTB segera menggelar rapat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan menginstruksikan Dinas Dikpora NTB, untuk membentuk tim besar guna mempercepat persiapan. 

Baca Juga: Persiapan PON 2028, NTB-NTT Gandeng BPKP

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, NTB optimistis mampu menyukseskan gelaran akbar ini, melalui strategi penganggaran yang matang dan kolaborasi lintas sektor.  

“Terkait anggaran di tengah keterbatasan fiskal, pasti kita akan berpikir bagaimana cara dan solusinya,” ujarnya. 

Berbicara soal kebutuhan anggaran, Pemprov NTB berkaca pada pelaksanaan PON di Aceh dan Sumatera Utara XXI yang digelar pada 2024 lalu, telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 700 miliar per provinsi. 

Meniru langkah NTT yang mulai mencicil anggaran, Nelly menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislative, dalam memahami beban sebagai tuan rumah. 

Diakuinya, setelah pertemuan dengan Menpora Erick Tohir, pembahasan baru mencakup hal umum, seperti pembagian cabang olahraga (cabor) masing-masing tuan rumah, dan sarana prasarana (sarpras). 

Nelly mengatakan dari sisi infrastruktur, NTB sebenarnya sudah siap, namun venue yang ada tetap memerlukan pemeliharaan, agar lebih representative untuk menggelar gawe Nasional tersebut. 

Pemprov NTB telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 700 miliar ke pemerintah pusat melalui Musrenbang. Nelly menyebut, ini dibagi dalam dua tahap masing-masing Rp 350 miliar. “Ada Rp 700 miliar kita harapkan dari pemerintah pusat,” ujarnya. 

Ia berharap pemerintah pusat memberikan perlakuan, dan dukungan semangat yang setara seperti pada PON Aceh-Sumut terdahulu. 

“Kita berharap perlakuan di Aceh dan Sumut itu sama dengan di NTB dan NTT,” imbuhnya. 

Baca Juga: NTB Siap Sukseskan PON XXII/2028, Gubernur Miq Iqbal Pimpin Rapat Persiapan

Nelly menambahkan, sisa kebutuhan anggaran operasional dan venue lainnya akan dialokasikan secara bertahap melalui APBD Perubahan 2026, serta APBD murni tahun 2027 hingga 2028.

Namun, belum bisa dipastikan estimasi anggaran yang akan dialokasikan Pemprov NTB lewat APBD. Pembahasan lebih rinci, mengenai kebutuhan anggaran ini akan dibahas dalam waktu dekat.

“Anggaran itu tidak hanya berbicara venue saja, kita juga bicara soal operasional yang lainnya,” kata Nelly. 

Tidak hanya pemerintah provinsi, keterlibatan aktif pemerintah kabupaten/kota juga mutlak diperlukan, untuk menganggarkan persiapan di daerah masing-masing. 

Baca Juga: Intip Kesiapan Venue PON 2028 di NTB, Ketua KONI Pusat Puji Kualitas Venue

PON 2028 diharapkan menjadi momentum kebanggaan sekaligus ajang promosi strategis bagi visi NTB ke depan. Sehingga pelaksanaannya, menjadi kebanggaan bersama sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Masyarakat juga harus menyiapkan diri, UMKM harus menyiapkan diri. Karena kita ingin PON ini bukan hanya soal olahraga tetapi segala hal tentang NTB,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB memastikan akan mengalokasikan, sejumlah anggaran untuk mendukung persiapan daerah menghadapi PON 2028. 

Beberapa komponen pembiayaan yang dipastikan menjadi tanggung jawab daerah antara lain pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan pemusatan latihan daerah (Pelatda) bagi atlet NTB. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Pekan Olahraga Nasional (PON) #Anggaran #cabang olahraga #NTB #APBD