Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Biarkan Anak Tumbuh dalam Fenomena Fatherless Country, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Peran Ayah bagi Keluarga

Redaksi • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:23 WIB
KELUARGA: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat menghadiri upacara peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Mataram, Senin (29/6). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
KELUARGA: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat menghadiri upacara peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Mataram, Senin (29/6). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan pentingnya ketangguhan keluarga dalam menghadapi era disrupsi teknologi digital dan tantangan global yang bergerak cepat.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, jika institusi keluarga rapuh, masa depan anak-anak akan dengan mudah tergilas oleh arus zaman. Karena itu, para kepala keluarga terutama ayah di seluruh Indonesia, khususnya di NTB agar tidak membiarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena fatherless country (negara tanpa ayah).

"Kehadiran fisik dan kedekatan emosional anda (ayah) adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis," tegas Gubernur Miq Iqbal di Mataram, Senin (29/6).

 Baca Juga: Gubernur Iqbal: Masjid Jadi Fondasi Penting Wujudkan NTB Makmur Mendunia

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Miq Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat menghadiri upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Mataram.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, kelalaian mengasuh dan absennya figur orang tua memiliki dampak langsung pada meledaknya patologi sosial yang mengerikan. Seperti tawuran, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga cengkeraman narkoba.

"Anak-anak yang terjerumus dalam kekerasan atau narkoba sering kali adalah mereka yang kurang kasih sayang di rumah, sehingga mencari pelarian semu di jalanan," katanya.

 Baca Juga: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Garansi Kualitas Porprov XII NTB 2026 Tetap Top

​Lebih lanjut, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa seorang ayah tidak harus kaya secara materi untuk bisa memberikan yang terbaik bagi masa depan anaknya.

Hal yang paling krusial adalah kehadiran mereka untuk melindungi, menyayangi, dan memberikan kekuatan emosional kepada anak-anak. 

“Seorang ayah tidak harus kaya, tetapi dia harus hadir. Dia memberi rasa aman, dia memberi kekuatan emosional, dia memberi rasa terlindungi kepada anak-anak kita. Dia tidak harus kaya, tetapi dia harus bisa menjadi teladan dan harus bisa menjadi role model bagi anak-anaknya," jelasnya.

Baca Juga: Realisasi Program Baru 10 Persen, DPRD Minta Gubernur Iqbal Terbitkan Instruksi ke OPD 

​Gubernur Miq Iqbal juga mendorong para ayah di NTB untuk memanfaatkan kedekatan geografis di daerah demi meluangkan waktu bersama anak di sela-sela kesibukan harian.

"Sempatkan untuk mengantar anak dan menjemput anak. Sempatkan menghadiri wisudanya. Sempatkan untuk mengatakan selamat ulang tahun nak, i love you. Itu pasti akan dikoleksi oleh anak-anak," pesannya.

​Di akhir pidatonya, Gubernur Miq Iqbal melayangkan sebuah ajakan tulus kepada seluruh figur ayah agar terus berupaya memberikan yang terbaik. Meski jauh dari kata sempurna, kehadiran dan kemauan kuat seorang ayah akan selalu dirasakan maknanya oleh sang anak.

​"Mari kita menjadi ayah yang terbaik buat anak-anak. Mungkin kita tidak bisa sempurna, jauh dari sempurna. Tapi anak-anak akan tahu bahwa keinginan besar kita, semangat besar kita adalah untuk hadir dalam kehidupan mereka. Dan semangat ini akan dirasakan oleh anak-anak," ajaknya.

Sementara itu, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar seremonial biasa. Melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional.

“Mari kita tengok kembali rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang,” ujarnya.

​Melalui momentum Harganas ke-33 ini, Gubernur Miq Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk merapatkan barisan, mengepalkan tangan, dan menyatukan tekad demi masa depan generasi penerus.

Keluarga diharapkan menjadi hulu pembangunan nasional untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. ​"Selamat Hari Keluarga Nasional. Cintai keluarga dengan cinta terencana, untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang," katanya. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Gubernur #keluarga #TP PKK #Harganas #NTB