Hal ini dibuktikan melalui peluncuran (launching) Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB yang dipusatkan di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7/2026).
Hadir langsung mendampingi Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dalam agenda strategis tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB, Dra. Nunung Triningsih, M.M. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB beserta jajaran terkait sebagai bentuk kolaborasi nyata lintas sektor.
Baca Juga: Perkuat Garda Terdepan, Satpol PP NTB Gelar 'Sambang Linmas' di Lombok Timur
Lombok Timur sengaja dipilih sebagai lokasi peluncuran karena wilayah ini masih tercatat sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di NTB. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang jauh lebih intensif, terpadu, dan berkelanjutan.
Gerakan serentak ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan aksi konkret di lapangan yang meliputi pengukuran dan penimbangan massal bagi balita, edukasi gizi bagi keluarga serta validasi data sasaran secara akurat (by name by address) untuk ibu hamil, calon pengantin, dan balita di seluruh Posyandu.
Langkah ini diambil agar bantuan dan intervensi yang diberikan pemerintah, baik dalam bentuk perbaikan gizi spesifik, sanitasi lingkungan, maupun pola pengasuhan, dapat tepat sasaran.
Baca Juga: Satpol PP Lotim Gelar Operasi Brantas Rokok Ilegal
Program intervensi serentak ini merupakan bagian dari rantai strategi jangka panjang Pemprov NTB. Berkat penguatan akurasi data dan kerja keras lintas instansi, tren penurunan stunting di NTB menunjukkan sinyal yang sangat positif.
Pada Triwulan I Tahun 2026, angka prevalensi stunting di NTB berhasil ditekan hingga menyentuh angka 12,88 persen. Dengan peluncuran gerakan serentak di Lombok Timur ini, pemerintah daerah optimistis angka tersebut akan terus menurun secara signifikan demi masa depan anak-anak NTB yang lebih sehat dan berdaya saing.
Editor : Siti Aeny Maryam