Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

5.024 Proposal Desa Berdaya Transformatif NTB Disetujui, Lombok Barat Terbanyak

Yuyun Kutari • Jumat, 3 Juli 2026 | 11:49 WIB
DENGAR LANGSUNG: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) saat menyapa warga dalam kunjungan kerja realisasi program Desa Berdaya Transformatif, di Desa Mekarsari, Lombok Barat, beberapa waktu lalu. (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)
DENGAR LANGSUNG: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) saat menyapa warga dalam kunjungan kerja realisasi program Desa Berdaya Transformatif, di Desa Mekarsari, Lombok Barat, beberapa waktu lalu. (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB menetapkan jumlah penerima bantuan Program Desa Berdaya Transformatif, setelah seluruh usulan yang masuk melalui proses verifikasi lapangan. 

Kepala Dinsos PPA NTB Ahmad Masyhuri Dari total 6.337 kepala keluarga (KK) yang teridentifikasi sebagai masyarakat dari 40 desa miskin ekstrem program Desa Berdaya Transformatif, ada 5.277 proposal bantuan berhasil dihimpun untuk diproses. 

“Dari hasil verifikasi ketat, 5.024 proposal dinyatakan memenuhi syarat dan disetujui, 209 proposal masih berstatus belum disetujui, masih memerlukan penyempurnaan,” jelasnya, Kamis (2/7). 

Baca Juga: Bantu SID, Desa Berdaya hingga Pilkades, Loteng Terima 955 Mahasiswa KKP UIN Mataram

Sedangkan 1.104 keluarga yang belum mengajukan proposal, menjadi prioritas pendampingan pada tahap berikutnya.

Rinciannya, Lombok Barat terdapat 1.624 KK miskin ekstrem. Dari 1.451 proposal yang diajukan, 1.443 telah disetujui, delapan proposal masih tertunda, dan 173 KK belum mengajukan proposal.  

Lombok Tengah memiliki 1.421 KK miskin ekstrem. Dari 1.264 proposal yang masuk, 1.234 disetujui, 20 belum disetujui, dan 167 KK belum mengajukan proposal.

Lombok Timur mencatat 1.090 KK miskin ekstrem dengan 963 proposal yang diajukan. 935 proposal telah disetujui, sementara 24 proposal masih tertunda dan 127 KK belum mengajukan proposal.

Lombok Utara mencatat 633 KK miskin ekstrem dengan 449 proposal masuk. 157 proposal belum disetujui, 292 disetujui, dan 184 KK belum mengajukan proposal. 

Di Kota Mataram terdapat 558 KK miskin ekstrem. Dari 431 proposal yang diajukan, 421 proposal disetujui, 137 KK belum mengajukan proposal.

Di sumbawa, ada 404 KK miskin ekstrem, dengan 323 proposal masuk, 304 disetujui, 100 KK belum mengajukan proposal. 

Di Bima, dari 223 KK miskin ekstrem, terdapat 121 proposal masuk, dengan 120 disetujui dan 103 KK belum mengajukan proposal.

Kemudian, di Dompu ada 132 KK miskin ekstrem, 107 proposal masuk disetujui, 25 KK belum mengajukan proposal. Kota Bima sebanyak 129 KK miskin ekstrem, 99 proposal masuk disetujui, 30 KK belum mengajukan proposal.

Baca Juga: 27 Desa Berdaya Tematik di NTB Segera Terima Stimulan Rp 300 Juta

Terakhir, di Sumbawa Barat ada 123 KK miskin esktrem, 69 proposal masuk disetujui, dan 54 KK belum mengajukan proposal.

Masyhuri menegaskan, ribuan proposal yang lolos verifikasi tersebut dialokasikan ke dalam tujuh jenis usaha produktif berbasis potensi lokal. 

“Sektor Peternakan Unggas menjadi primadona dengan porsi hampir separuh dari total bantuan,” jelasnya. 

Sebanyak 2.481 proposal. Pilihan terbesar kedua ditempati oleh sektor Perdagangan 1.588 proposal. Selanjutnya, tersebar ke sektor produktif lainnya, meliputi Pertanian dan Perkebunan 360 proposal. 

“Ada Peternakan Berkaki 4 sebesar 209 proposal, Industri 208 proposal, dan Jasa 201 proposal, serta Perikanan 186 proposal,” kata dia. 

Jika dilihat dari wilayah geografis penerima manfaat, terdapat lima daerah teratas yang mencatat jumlah persetujuan proposal tertinggi, dengan pola klaster usaha yang disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing wilayah. 

Lombok Barat dengan 1.443 proposal disetujui, di mana usaha peternakan unggas tampil sangat dominan sebanyak 737 proposal, diikuti perdagangan 348 proposal, pertanian dan perkebunan 122 proposa, dan ternak kaki empat ada delapan proposal. 

“Pola serupa yang bertumpu pada kekuatan sektor unggas dan perdagangan juga terjadi di Lombok Tengah,” kata dia. 

Baca Juga: Gubernur Iqbal Dialog dengan Warga, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Tinjau Program Desa Berdaya di Mekarsari Lobar

Ada 1.234 proposal disetujui, mencakup 821 unggas, 245 perdagangan, 47 pertanian dan perkebunan, dan 20 berkaki empat. 

Lombok Timur dengan 935 proposal disetujui, ada 585 usaha unggas, 242 perdagangan, 70 pertanian dan perkebunan, dan 24 berkaki empat.

Di Kota Mataram dengan 421 proposal disetujui. Karakter urban membuat sektor perkotaan ini tidak lagi bertumpu pada sektor peternakan, melainkan sektor Perdagangan sebagai motor utama dengan raihan 313 proposal, disusul oleh sektor jasa sebanyak 34 proposal, dan unggas yang hanya 32 proposal. 

Di wilayah Sumbawa dan Sumbawa dengan total 304 proposal disetujui, ada 143 proposal dan 112 peternakan ungags. 

“Kemudian sektor pertanian dan perkebunan sebanyak 70 proposal untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal,” tandasnya. 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara berkala meninjau langsung progres program ini, untuk memastikan dana bantuan pemerintah benar-benar menjadi pemantik aktivitas ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Barat #miskin ekstrem #proposal #Desa Berdaya Transformatif #Pemprov NTB