Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Daerah di NTB Tetapkan Status Siaga Darurat, Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

Yuyun Kutari • Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:36 WIB
DAMPAK KEKERINGAN: Seorang personel kepolisian membantu membagikan air bersih, kepada warga terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
DAMPAK KEKERINGAN: Seorang personel kepolisian membantu membagikan air bersih, kepada warga terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Bencana kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah di NTB. Per 30 Juni, tercatat tiga kabupaten/kota telah menetapkan status Siaga Darurat kekeringan. “Ada Lombok Barat, Sumbawa Barat dan Dompu,” terang Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Jumat (3/7). 

Sementara Pemprov NTB masih berproses, menetapkan status penanganan bencana secara menyeluruh.

 Berdasarkan laporan perkembangan bencana yang dihimpun BPBD NTB, kekeringan kini telah menjangkau lima kabupaten/kota yang tersebar di 24 kecamatan dan 57 desa/kelurahan. 

Baca Juga: Kekeringan di NTB Terus Meluas, KSB dan Lobar Tetapkan Status Siaga Darurat

Dampaknya dirasakan oleh 13.908 kepala keluarga (KK) atau sekitar 42.639 jiwa. Sadimin mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan perkembangan di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis.  

“Kondisi kekeringan terus kami pantau. Data terdampak masih bersifat dinamis karena terus diperbarui oleh BPBD kabupaten/kota,” kata dia. 

BPBD NTB juga memastikan distribusi air bersih tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyalurkan sedikitnya 41 tangki air bersih ke sejumlah titik terdampak. 

Meski belum menetapkan siaga darurat kekeringan, wilayah dengan dampak paling besar saat ini berada di Bima. Kekeringan di daerah tersebut telah melanda 12 kecamatan dan 35 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 7.929 KK atau 24.924 jiwa. 

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sebanyak 10 tangki air telah didistribusikan,” jelasnya. 

Kemudian, Lombok Barat menjadi daerah yang terdampak cukup serius. Sebanyak lima kecamatan dan tujuh desa mengalami krisis air bersih yang memengaruhi 4.362 KK atau 12.476 jiwa. 

Itulah sebabnya daerah ini telah menetapkan status Siaga Darurat Kekekeringan. Hingga saat ini, Lombok Barat menerima distribusi bantuan air bersih terbanyak, yakni 17 tangki.  

Baca Juga: Kala Air Menjadi Barang Mewah di Gili Meno, di Tiap Kamar, Pengelola Hotel Pasang Imbauan Hemat Air

Sementara itu, Kota Bima mencatat dampak di empat kecamatan dan sembilan desa/kelurahan. Sebanyak 1.129 KK atau 3.287 jiwa terdampak, dengan bantuan sebanyak 14 tangki air bersih.  

Di Dompu, kekeringan mulai dirasakan di dua kecamatan dan lima desa. Sebanyak 240 KK atau 960 jiwa terdampak. 

Sumbawa Barat mencatat dampak di satu kecamatan dan satu desa, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 248 KK atau 992 jiwa. 

Sadimin menegaskan BPBD NTB terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperbarui data serta mempercepat penanganan di lapangan.  

Juga melakukan pemantauan di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Sumbawa. “Pembaruan data masih terus berlangsung dan perkembangan kondisi kekeringan terus dimonitor secara berkala,” tandasnya. 

Kepala Dinsos PPA NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, penanganan kekeringan di daerah sudah mulai berjalan di tingkat kabupaten. 

Baca Juga: Dinsos NTB Siagakan 870 Tagana Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Dari 10 Dinas Sosial kabupaten/kota di NTB, sekitar lima daerah telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki masing-masing.

“Teman-teman Dinsos di daerah sudah ada beberapa yang bergerak. Lima daerah sudah mulai salur air,” ujarnya. 

Dinsos PPA NTB juga menyiapkan tiga unit mobil tangki yang siap digunakan jika diperlukan. Masyhuri menegaskan, penanganan kekeringan akan dilakukan secara gotong royong antarwilayah. 

Termasuk dengan melibatkan kabupaten terdekat jika diperlukan. Bantuan provinsi akan dikerahkan apabila kapasitas daerah tidak mencukupi.

Editor : Akbar Sirinawa
#air bersih #Bantuan #Kekeringan #NTB #Siaga Darurat Kekeringan