LombokPost-Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Budhy Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap surat keterangan sehat, sebagai sekadar persyaratan administratif sebelum melakukan pendakian ke Gunung Rinjani.
Hal itu diungkapkan dalam keterangan resmi, Senin (6/7). Menurutnya, dokumen tersebut merupakan wujud tanggung jawab setiap pendaki, terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain selama berada di jalur pendakian.
Baca Juga: Balai TNGR Siapkan Aturan Baru, Guide dan Porter Rinjani Wajib Punya Kartu Pass Mulai 2027
Budhy mengatakan, hingga kini masih banyak calon pendaki yang memandang surat keterangan sehat hanya sebagai formalitas agar dapat memperoleh izin mendaki.
Padahal, pemeriksaan kesehatan memiliki makna yang jauh lebih penting sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan fisik sebelum menghadapi medan pendakian yang berat.
“Surat keterangan sehat bukan sekadar syarat. Ini adalah bentuk tanggung jawab," tegas Budhy.
Ia menjelaskan, mendaki Gunung Rinjani bukanlah aktivitas yang ringan. Pendaki harus menghadapi medan yang menantang, udara yang semakin tipis seiring bertambahnya ketinggian, suhu yang lebih dingin, serta perjalanan panjang yang menguras tenaga.
Karena itu, kondisi tubuh harus benar-benar dipastikan dalam keadaan siap. Sehingga surat keterangan sehat, memang bukan jaminan bahwa pendakian akan sepenuhnya bebas dari risiko.
Baca Juga: Kerap Diobrak-Abrik Monyet, Pendaki Rinjani Diminta Tidak Meninggalkan Tenda Tanpa Pengawasan
Namun, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengenali kondisi fisik seseorang sehingga potensi terjadinya keadaan darurat selama pendakian dapat diminimalkan.
“Surat keterangan sehat bukanlah jaminan bahwa pendakian akan bebas risiko. Namun, pemeriksaan kesehatan adalah langkah awal untuk mengenali kondisi tubuh dan meminimalkan potensi keadaan darurat di gunung,” bebernya.
Budhy juga mengingatkan, keputusan seseorang untuk tetap mendaki meski kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, tidak hanya membahayakan dirinya sendiri.
Dampaknya juga dapat dirasakan oleh pendaki lain yang berada dalam satu rombongan, porter, pemandu, hingga tim evakuasi yang harus melakukan penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.
“Ketika seseorang memaksakan diri mendaki dalam kondisi yang tidak layak, risikonya bukan hanya bagi dirinya sendiri. Teman satu rombongan, porter, pemandu, hingga tim evakuasi juga dapat terdampak,” jelas dia.
Baca Juga: Bronjong hingga Reling Besi Dipasang, Balai TNGR Benahi Jalur Pendakian Rinjani
Karenanya, Balai TNGR mengajak seluruh calon pendaki, untuk mengubah cara pandang terhadap pentingnya surat keterangan sehat.
Budhy menegaskan, pemeriksaan kesehatan hendaknya dilakukan secara jujur dan tidak semata-mata untuk memenuhi persyaratan administrasi.
Balai TNGR mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri mendaki apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tubuh belum memungkinkan.
Bagaimana pun, menunda pendakian merupakan pilihan yang lebih bijaksana demi menjaga keselamatan.
“Jangan mengurus surat hanya untuk memenuhi persyaratan. Lakukan pemeriksaan kesehatan dengan jujur. Jika kondisi tubuh belum memungkinkan, jangan ragu untuk menunda pendakian,” jelas dia.
Lebih lanjut, Budhy menekankan, kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani akan selalu ada, namun keselamatan merupakan hal yang tidak dapat diulang apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
“Gunung akan selalu ada. Kesempatan untuk kembali mendaki akan selalu terbuka. Tetapi keselamatan tidak pernah bisa diulang,” kata dia.
Baca Juga: Pendaki Asal Narmada Terjatuh di Jalur Selatan Rinjani
Melalui pesan tersebut, Balai TNGR mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya pendakian yang bertanggung jawab sebagai bentuk kecintaan terhadap Gunung Rinjani.
Kepedulian itu, kata Budhy, tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kelestarian alam, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama pendaki dan kesehatan diri sendiri.
“Mari jadikan budaya mendaki yang bertanggung jawab sebagai bagian dari kecintaan kita terhadap Rinjani. Cintai Rinjani dengan Peduli. Peduli pada alam, peduli pada sesama, dan peduli pada kesehatan diri sendiri,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa