Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerakan Siswa Tanam Cabai Dimulai, Strategi Pemprov NTB Kendalikan Inflasi

Yuyun Kutari • Rabu, 15 Juli 2026 | 21:28 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyiram bibit cabai usai meluncurkan Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI) di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7). (YUYUN/LOMBOK POST)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyiram bibit cabai usai meluncurkan Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI) di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7). (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB meluncurkan Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI), sebagai bagian dari serangkaian kebijakan strategis reformasi pendidikan yang terintegrasi dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7).

Melalui program ini, seluruh siswa baru SMA dan SMK negeri diwajibkan menanam cabai. Pemerintah daerah tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai langkah membangun cadangan cabai untuk mengantisipasi lonjakan harga yang kerap memicu inflasi.

Baca Juga: Inflasi Tahunan NTB Tembus Ambang Batas, Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Jadi Pemicu

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, penanaman cabai menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam proses budidaya, mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan hingga panen dan penjualan hasilnya.

"Ini bentuk edukasi kita. Edukasi untuk soft skill, supaya anak-anak memahami bagaimana menanam dari sejak penyemaian, kemudian penanaman, perawatan, sampai panen dan penjualan," ujar Iqbal.

Selain memberikan keterampilan kepada siswa, program TAPSI juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurut Iqbal, Dikpora bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP) NTB melihat peluang besar untuk menciptakan cadangan cabai yang dapat dimanfaatkan pemerintah, saat terjadi inflasi akibat kenaikan harga komoditas tersebut.

Melalui TAPSI, setiap siswa baru SMA, SMK, dan SLB diwajibkan menanam satu pohon cabai. Dengan sekitar 41 ribu peserta didik baru tahun ini, NTB diproyeksikan memiliki cadangan lebih dari 20 ton cabai yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pengendalian inflasi sekaligus media pembelajaran karakter.

Baca Juga: Budi Daya Cabai Masuk MPLS, Gubernur NTB Siapkan Generasi Wirausaha Muda dari Sekolah

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan intervensi pasar pada tahun lalu yang hanya sekitar 6 ton.

"Tahun lalu kita intervensi sekitar 6 ton untuk menurunkan harga di pasar. Itu kita impor dari Enrekang dengan pesawat atas dukungan Badan Pangan. Nah, sekarang kita punya stok sendiri yang bisa kita gunakan untuk melakukan intervensi," katanya.

Iqbal menegaskan program tersebut akan diterapkan di seluruh SMA dan SMK negeri untuk semua siswa baru dan dijadikan tradisi melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.

Ke depan, jenis tanaman yang ditanam dapat disesuaikan, namun budaya menanam akan tetap menjadi bagian dari pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menambahkan, perawatan tanaman akan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah. Seluruh sekolah telah mendapatkan pelatihan, sementara proses budidaya diwajibkan menggunakan pupuk organik agar hasil yang diperoleh lebih ramah lingkungan.

Itu semua dari sekolah masing-masing. Dan itu sudah dibahas, sekolah bisa melakukan perawatan. Dan kita wajibkan hanya boleh menggunakan pupuk organik. Sekolah sudah dilatih,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Inflasi Cabai Sekolah NTB siswa