Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Inovasi Aplikatif, BRIDA NTB Siapkan Stimulus Rp30 Juta untuk Peneliti Muda

Siti Aeny Maryam • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:03 WIB
Pemprov NTB menyiapkan stimulus dana APBD sebesar Rp30 juta per proposal untuk 15 inovasi terpilih yang digagas oleh para peneliti muda.
Pemprov NTB menyiapkan stimulus dana APBD sebesar Rp30 juta per proposal untuk 15 inovasi terpilih yang digagas oleh para peneliti muda.
LombokPost - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat mematangkan persiapan Sayembara Riset dan Inovasi Tahun 2026.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan stimulus dana APBD sebesar Rp30 juta per proposal untuk 15 inovasi terpilih yang digagas oleh para peneliti muda di daerah tersebut.

Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Perdana Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah NTB yang berlangsung di Aula BRIDA NTB, Kamis (16/7/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, berfokus pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar riset yang didanai pemerintah benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar berakhir sebagai tumpukan laporan di atas meja.

Baca Juga: Enam Sekolah di Sambelia Lombok Timur Dapat Bantuan Filter Air Minum

"Kita ingin setiap inovasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan. Kolaborasi lintas sektor, pendampingan lapangan, dan penyusunan policy paper sangat penting untuk memperkuat posisi NTB sebagai Rumah Inovasi Daerah," tegas Aryadi.

Sebagai potret keberhasilan riset terapan sebelumnya, Aryadi mencontohkan inovasi budidaya anggur lokal menggunakan pupuk kompos kotoran sapi dan kelelawar. Hasil riset yang bekerja sama dengan Universitas Mataram tersebut kini telah berkembang menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi, seperti wine tanpa alkohol dan wine rempah yang sukses menarik minat wisatawan.

Untuk sayembara tahun 2026 ini, BRIDA NTB mengarahkan fokus riset pada tiga program prioritas pembangunan daerah yang mendesak, yakni Penanganan Kemiskinan, Ketahanan pangan (termasuk penanggulangan stunting) dan Pengembangan Sektor Pariwisata.

Baca Juga: Unram Gandeng PT Agricon Technology Group, Sekaroh Disiapkan Jadi Pusat Pertanian Modern di NTB

Pertemuan yang dihadiri oleh berbagai praktisi dan akademisi ini juga melahirkan sejumlah masukan krusial. Perwakilan Universitas Mataram (Unram) mengusulkan agar BRIDA segera merumuskan panduan teknis yang jelas, termasuk aturan mengenai penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyusunan proposal.

Sementara itu, Afif Amrullah selaku perwakilan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menekankan pentingnya kejelasan tahapan pasca-seleksi. Ia menyarankan adanya batasan kuota pengajuan proposal per tahun serta kejelasan kualifikasi peneliti muda.

Lebih dari itu, riset yang lolos diwajibkan memberikan luaran konkret berupa inovasi yang langsung diterapkan di masyarakat, publikasi ilmiah, hingga rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

Proses sayembara ini nantinya akan melewati rangkaian tahapan ketat, mulai dari pendaftaran daring, seleksi administrasi, evaluasi proposal oleh tim ahli berbasis SK Gubernur, pemaparan hasil, hingga sidang pleno dewan juri untuk menentukan 15 inovasi terbaik yang berhak menerima stimulus.

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan
hadiah BRIDA sayembara NTB Inovasi