LombokPost-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pembangunan di NTB.
Hal itu disampaikannya, dalam arahan di Rapat Kerja dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026, di Senggigi, Lombok Barat, Kamis (16/7).
“Kami mengamati daerah yang pertumbuhan ekonominya baik,” tegasnya.
Ia menilai NTB telah berhasil menjadi daerah yang kaya akan inspirasi. dan praktik terbaik (best practices) dalam pembangunan wilayah.
Baca Juga: Munaslub APPSI 2026 Bahas Strategi Maksimalkan Pajak Air Permukaan sebagai Sumber PAD
Bima Arya menyatakan, daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang baik biasanya memiliki komitmen kuat. untuk memfokuskan program pada pembangunan kolaborasi, inovasi, dan kreativitas.
Karenanya, ia menganggap langkah APPSI memilih NTB, sebagai lokasi pertemuan nasional sudah sangat tepat, karena mampu menyajikan banyak contoh keberhasilan secara konkret.
“Sudah benar pak ketua APPSI ini memilih lokasi di sini (NTB), karena banyak inspirasi dari sini. Saya agak senang ke sini karena selalu menyaksikan ada best practices yang menarik,” bebernya.
Secara khusus, Wamendagri menyoroti perkembangan kawasan Sirkuit Mandalika yang belakangan ini, kian intensif menggelar berbagai acara berskala besar.
Salah satu yang mencuri perhatiannya adalah kesuksesan gelaran Pocari Sweat Run Lombok 2026, berlangsung 11-12 Juli yang berhasil mendatangkan 9.200 pelari dari seluruh Indonesia.
Sebagai seorang pelari, Bima Arya mengaku bisa merasakan langsung kebahagiaan para peserta, apalagi didukung oleh faktor cuaca yang sejuk berkat embusan angin dari Australia.
Mantan Wali Kota Bogor tersebut memuji kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang dinilai sukses, membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
Dampaknya, ketika sebuah ajang besar berlangsung, para pelancong memiliki banyak pilihan destinasi lanjutan seperti Sembalun di Lombok Timur, dan objek wisata unggulan lainnya. “Ini namanya ekosistem,” kata dia.
Dalam forum tersebut, Bima Arya juga melontarkan kritik terhadap sejumlah kepala daerah di Indonesia yang dinilai, masih menerapkan pola pembangunan secara parsial.
Menurut pengamatannya, banyak daerah hanya berfokus pada pembangunan destinasi fisik belaka, namun mengabaikan kesiapan infrastruktur pendukung, regulasi, pendanaan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (manpower).
Sejak diamanatkan mengemban tugas sebagai wamendagri, Bima Arya mengaku telah berkeliling ke 31 provinsi serta 155 kota dan kabupaten di tanah air.
Dari perjalanan dinas tersebut, ia kerap menemukan proyek fisik masa lalu yang awalnya tampak megah, namun akhirnya berujung mangkrak, kalah bersaing, dan disalip oleh daerah lain, karena gagal membangun ekosistem yang berkelanjutan.
Ia menggambarkan, beberapa daerah yang dulu sudah megah saat Mandalika belum berkembang, kini justru terlihat tertinggal dan ketinggalan zaman (out of date).
“Kalau kita datang ke sana, menyaksikan kemegahan pembangunan fisik masa lalu, tapi karena manpower-nya, itu ekosistem gak dibangun, kemudian mangkrak, kalah,” jelas dia.
Sementara itu, Mandalika justru mampu melesat cepat, karena ditopang oleh akumulasi dari kreativitas, inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni.
Baca Juga: NTB Jadi Tuan Rumah Raker APPSI, Pemprov Akan Promosikan Potensi Unggulan NTB
Di akhir arahannya, Wamendagri mengajak seluruh jajaran kepala daerah yang hadir dalam Munaslub APPSI Tahun 2026, untuk bersama-sama belajar dan memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem wilayah masing-masing, dengan menjadikan model keberhasilan di NTB sebagai salah satu rujukan terbaik.
“Di sini adalah one of the best menurut saya, Pak Gubernur mampu membangun ekosistem itu. Contohnya, Mandalika, akumulasi dari kreativitas, inovasi dan sumber daya manusia,” tandasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB, sebagai tuan rumah Rapat Kerja APPSI Tahun 2026.
Penyelenggaraan forum tersebut merupakan kehormatan bagi NTB, sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarpemerintah provinsi.
Menurutnya, kekuatan APPSI terletak pada keberagaman karakteristik daerah anggotanya, sehingga setiap provinsi dapat saling belajar, berbagi praktik terbaik, dan bersama-sama mencari solusi untuk mendorong pertumbuhan, kemandirian, serta ketahanan daerah menghadapi berbagai tantangan.
“Kita dipersatukan oleh tanggung jawab yang sama, yakni memastikan daerah yang kita pimpin terus tumbuh, semakin mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” jelas Gubernur Iqbal.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan