Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Balai TNGR Tambah Dua Rest Shelter di Jalur Pendakian Aik Berik

Yuyun Kutari • Jumat, 17 Juli 2026 | 22:42 WIB
Pemasangan dua unit rest shelter di Kokoq Tereng dan Jurang Pakis, dua titik strategis pada Jalur Pendakian Aik Berik, untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pendaki. (DOK.BALAI TNGR)
Pemasangan dua unit rest shelter di Kokoq Tereng dan Jurang Pakis, dua titik strategis pada Jalur Pendakian Aik Berik, untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pendaki. (DOK.BALAI TNGR)

LombokPost-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali meningkatkan fasilitas pendakian, dengan memasang dua unit rest shelter di Kokoq Tereng dan Jurang Pakis.

“Kami memasang shelter di dua titik strategis di Jalur Pendakian Aik Berik,” tegas Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan, Kamis (16/7).

Penambahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi para pendaki. 

Baca Juga: Balai TNGR Ingatkan Pendaki, Surat Keterangan Sehat Bukan Sekadar Syarat Administrasi

Dijelaskan Budhy, pembangunan rest shelter bukan sekadar penambahan sarana fisik, tetapi juga wujud komitmen pengelola dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung tanpa mengesampingkan prinsip konservasi. 

“Jalur yang terawat, fasilitas yang memadai, hingga ruang sederhana tempat pendaki melepas lelah, semuanya merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman terbaik di alam bebas,” bebernya.   

Dengan beroperasinya dua rest shelter baru tersebut, kini destinasi wisata pendakian resmi di kawasan TNGR telah dilengkapi fasilitas tempat istirahat bagi pendaki.

Shelter tersebut dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, memulihkan tenaga, maupun berteduh sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik tujuan. 

Menurut Budhy, peningkatan sarana pendakian merupakan langkah berkelanjutan Balai TNGR dalam mewujudkan Gunung Rinjani sebagai destinasi pendakian berkelas dunia yang tetap mengedepankan nilai-nilai konservasi. 

“Peningkatan sarana pendakian merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Balai TNGR dalam mewujudkan pendakian kelas dunia yang tetap berpijak pada prinsip konservasi,” jelasnya.

Menurut Budhy, menjaga Rinjani bukan hanya tentang melindungi hutannya, tetapi juga memastikan setiap perjalanan di dalamnya berlangsung lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Balai TNGR Siapkan Aturan Baru, Guide dan Porter Rinjani Wajib Punya Kartu Pass Mulai 2027

Balai TNGR juga mengajak seluruh pendaki untuk turut menjaga fasilitas yang telah disediakan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. 

“Gunakan dengan bijak, rawat kebersihannya, dan tinggalkan jejak berupa kenangan, bukan sampah. Rinjani yang hebat lahir dari kolaborasi antara pengelola yang terus berbenah dan para pendaki yang peduli,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Balai TNGR pendaki shelter rinjani pendakian