Perayaan Maulid Nabi di Depan Mata, Pasokan Sapi Sumbawa ke Lombok Tengah Masih Terkunci

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:31 WIB
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga Lombok, berkumpul menyiapkan bumbu dapur di gang pemukiman untuk hidangan peringatan Maulid Nabi, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga Lombok, berkumpul menyiapkan bumbu dapur di gang pemukiman untuk hidangan peringatan Maulid Nabi, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Kelancaran lalu lintas ternak sapi antarwilayah di NTB, ditentukan oleh penyelesaian dokumen analisis risiko status penyakit hewan. 

“Ini menjadi syarat mutlak untuk memastikan keamanan pasokan ternak di tengah tingginya permintaan masyarakat, apalagi sekarang Maulid Nabi,” tegas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhamad Riadi, Jumat (28/8).

Baca Juga: Rinjani, Tambora, Sangeangapi Level II, Pemprov NTB Minta Warga Tetap Waspada

Penyusunan analisis risiko wajib dijalankan, apabila terjadi perbedaan peta atau status penyakit hewan antardaerah, seperti ancaman penyakit Surra yang pernah ditemukan di Pulau Sumbawa, tetapi belum ada di Lombok Timur.

“Prinsipnya, di dalam status penyakit hewan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, kalau berbeda status penyakitnya, dari daerah merah ke daerah hijau, atau dari merah ke kuning, itu membutuhkan analisis risiko untuk boleh berlalu lintas,” bebernya.

Di Pulau Lombok, daerah yang membutuhkan pemasukan Sapi dari Pulau Sumbawa ada Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kota Mataram. Sementara Lombok Utara dan Lombok Barat tidak, lantaran persediaan dalam daerah masih mencukupi.

Dari ketiganya, analisis risiko untuk lalu lintas Sapi dari Pulau Sumbawa ke Lombok Timur dan Kota Mataram telah selesai. “Silakan itu mendatangkan dari Pulau Sumbawa,” katanya.

Sedangkan Lombok Tengah belum merampungkan. “Ini menjadi kewenangan pemkab karena menyangkut lalu lintas ternak antarkabupaten,” tambah Riadi.

Baca Juga: BPK Periksa Tiga Sektor Strategis di NTB

Riadi menjelaskan, dokumen analisis risiko sebenarnya sudah diajukan oleh Pemkab Lombok Tengah. Namun, data dukung yang dibutuhkan hingga kini belum lengkap.

Selain itu, tim analisis risiko juga belum melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah asal ternak di Pulau Sumbawa.

“Kalau visit ke lapangannya sendiri, ke Sumbawa, Bima, Dompu, ke Sumbawa Barat itu belum dilakukan,” ujarnya. 

Belum lengkapnya dokumen dan belum terlaksananya kunjungan lapangan membuat proses analisis risiko belum dapat ditindaklanjuti oleh Disnakkeswan NTB.

Mengingat Lombok Tengah memiliki tradisi perayaan Maulid yang besar, dengan tingkat konsumsi daging yang tinggi, Riadi menegaskan bahwa percepatan pembukaan kran pasokan sapi dari Sumbawa, Dompu, dan Bima sepenuhnya tergantung pada kesiapan pemkab.

“Selama dokumennya tidak dilengkapi dan timnya tidak difasilitasi visit ke daerah asal, selama itu tidak bisa diproses. Makanya tergantung dari teman-teman di Lombok Tengah,” jelas dia.

Sementara itu, Riadi juga merespons kenaikan harga daging di momen Maulid Nabi. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor psikologis pasar seiring meningkatnya permintaan masyarakat. 

“Kalau tidak ada persoalan dengan supply, karena kita daerah produsen Sapi, tapi yang jadi soal ini adalah psikologis,” kata Riadi. 

Baca Juga: Pemprov NTB Siapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran Sade

Menurutnya, penambahan pasokan dan peningkatan jumlah pemotongan sapi belum tentu mampu sepenuhnya menahan kenaikan harga.

“Sebab, pola permintaan menjelang perayaan Maulid hampir selalu meningkat dan berpengaruh terhadap harga di pasar,” tandasnya. 

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memastikan pergerakan harga bahan pokok (bapok) di pasar tradisional masih dalam kondisi relatif stabil dan terkendali di peringatan Maulid Nabi.

“Alhamdulillah, saat ini stok dan harga bapok kita pastikan stabil,” kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Lombok Tengah maulid sapi daging Sumbawa