LombokPost – Persoalan keamanan driver transportasi wisata kembali menjadi sorotan setelah driver taksi Blue Bird diduga mengalami intimidasi saat hendak menjemput dua wisatawan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok.
Berdasarkan penuturan driver taksi Blue Bird, Hasyim Asy’ari, mengaku dicegat seorang pria yang diduga merupakan oknum dari travel lokal saat hendak mengantar dua wisatawan menuju BIZAM.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Hasyim mengambil penumpang berdasarkan pesanan melalui aplikasi di Dusun Mong, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Bukannya perjalanan berlangsung mulus, mobil yang dikemudikannya justru dihadang hingga penumpang akhirnya diturunkan.
Baca Juga: Hadapi El Nino, NTB Perkuat Kendali Inflasi Pangan
Hasyim menuturkan, sebelum menjemput penumpang, dirinya meminta wisatawan menunggu di jalan raya dan tidak di dalam vila.
Langkah tersebut dilakukan karena menurutnya penjemputan di dalam vila memiliki risiko tertentu.
Setelah salah seorang penumpang masuk ke mobil, Hasyim menunggu istrinya yang masih berada di dalam.
Saat itulah seorang pria datang menghadang kendaraan dan kemudian memanggil beberapa orang lainnya.
Hasyim menduga pria tersebut merupakan bagian dari travel lokal, meski ia tidak mengetahui secara pasti posisinya.
Baca Juga: Forum KSSK NTB Perkuat Sinergi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
“Travel sana, cuman kayaknya bukan driver. Setahu saya sering jadi guide, cuman kayaknya bagian operasi atau apa mungkin,” ujarnya.
Situasi semakin memanas setelah pria tersebut disebut melontarkan ancaman kepada wisatawan menggunakan bahasa Inggris.
Ancaman itu pada intinya menyebut Hasyim akan dipukul hingga dibunuh jika tetap membawa penumpang menuju bandara.
Hasyim juga memperlihatkan gestur mengepalkan tangan yang menurutnya dilakukan saat menyampaikan ancaman tersebut dan terekam dalam video.
Karena kondisi tersebut, perjalanan menuju bandara tidak pernah dilanjutkan. Penumpang akhirnya diturunkan dari kendaraan.
Baca Juga: Jadi Kapten Arsenal dan Tampil Gacor di Carabao Cup, Mikel Merino Mengaku Bangga
Hasyim mengaku tidak mengalami kontak fisik, namun kejadian tersebut membuatnya khawatir terhadap keselamatan saat bekerja.
Hasyim berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta persoalan antara driver Blue Bird dengan pelaku transportasi lokal tidak berujung pada kekerasan.
Menurutnya, seluruh pelaku transportasi memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga kenyamanan wisatawan.
Pengalaman serupa sebelumnya juga disampaikan driver taksi lainnya, Ridwan Daeng Djenawa.
Ia mengaku mengalami kekerasan sekitar dua bulan lalu saat mengambil order penumpang dari sebuah hotel untuk tujuan BIZAM.
Baca Juga: Harga Rp 120 Jutaan, Toyota Glanza Terbaru Dibekali Mesin Super Irit
Ridwan mengatakan dirinya diminta meninggalkan lokasi oleh pihak travel lokal.
Dalam kejadian tersebut, ia mengaku dipukul tiga kali hingga mengalami luka dan hidung berdarah.
Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta.
Namun, Ridwan mengaku belum memperoleh perkembangan lanjutan terkait laporan tersebut.
Ia bahkan mengaku masih merasa trauma untuk kembali ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Max Dowman Menggila di Carabao Cup, Mikel Arteta Tebar Pujian Setinggi Langit
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post