LombokPost-Suasana jelang penutupan rapat paripurna di Kantor Gubernur NTB, Selasa malam (6/10), mendadak tegang.
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaedah mengkritik sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB yang tidak hadir dalam rapat tersebut.
Rapat paripurna itu mengagendakan Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) atas hasil pembahasannya terhadap hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: 13 Truk Logistik MotoGP Mandalika Tiba Tengah Malam, Polisi Lakukan Pengawalan hingga Sirkuit
Dari 43 kepala OPD lingkup Pemprov NTB, hanya beberapa yang terlihat mengisi bangku di ruang rapat. Ada Kepala Bappeda sekaligus Plt Kepala Bapenda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kepala Dinas ESDM NTB Syamsudin, Kepala BKAD NTB Nursalim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim, Kepala Dinsos PPA NTB Masyhuri, Kepala Satpol PP NTB Nunung Triningsih.
Berikutnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB Muhamad Ihwan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhamad Riadi, Kepala Badan Penghubung NTB Lalu Achmad Sukarman. Sementara kepala OPD lainnya hanya diwakilkan dalam rapat paripurna tersebut.
Kondisi itu disayangkan Isvie. Terlebih, rapat paripurna merupakan salah satu agenda penting yang mempertemukan legislatif dan eksekutif, dalam pembahasan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Mohon kiranya para pimpinan OPD untuk menghadiri kegiatan DPRD Provinsi. Itu yang pertama,” tegas Isvie.
Baca Juga: PDIP Wajibkan Absen Paripurna Pakai Izin Resmi
Tak berhenti pada persoalan kehadiran, Isvie juga tegas meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad melakukan evaluasi terhadap kepala OPD yang dinilai belum mampu menjalankan kinerja dengan baik.
Menurut politisi Golkar tersebut, perlu ada pergeseran terhadap kepala OPD yang tidak mampu melaksanakan tugasnya secara optimal.
“Yang kedua, dalam forum yang berbahagia kembali kami ulangi, perlu ada pergeseran OPD yang tidak bisa melaksanakan kinerja dengan baik,” katanya.
Isvie kemudian secara khusus menyoroti kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) NTB dan meminta untuk dievaluasi. Dia menilai kinerja OPD tersebut justru berpotensi mengganggu tujuan yang hendak dicapai Gubernur NTB.
“Dan kami melihat itu, yang paling utama adalah mengganggu apa yang menjadi tujuan Gubernur NTB adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB,” ujarnya.
Baca Juga: Anggota Komisi II DPRD NTB Lale Yaqutunnafis Dorong Penjualan Tiket MotoGP Mandalika Lebih Masif
Menurutnya, percepatan kerja pemerintah daerah harus diikuti dengan kemampuan OPD menjalankan tugas dan fungsi utamanya.
“Ini penting bapak gubernur. Kita bekerja dan bergerak cepat, OPD-nya lamban dalam menjalankan tugasnya,” tegas Isvie.
Dia mempertanyakan keberadaan kepala OPD apabila tugas dan fungsi utama yang menjadi tanggung jawabnya, tidak dapat dijalankan dengan baik.
“Untuk apa dia menjalankan tugas kalau dia tidak baik dalam menjalankan, apanya yang pokok-pokok tugas utamanya dari seorang kepala OPD. Mohon perhatian Bapak Gubernur. Ini perlu saya bicara,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menanggapi santai desakan evaluasi terhadap kinerja OPD.
Menurut Iqbal, evaluasi terhadap kinerja OPD merupakan proses yang terus dilakukan Pemprov NTB, terlepas dari ada atau tidaknya permintaan dari pihak lain.
“Itu biasa. Evaluasi kan selalu kita lakukan. Diminta atau tidak diminta, disebut atau tidak disebut, sudah kita lakukan. Dan itu pasti nanti akan tercermin di dalam keputusan kita,” kata Iqbal.
Terkait sorotan terhadap kinerja DPKP NTB, Iqbal memastikan evaluasi juga akan dilakukan. “Nanti kita evaluasi. Pasti kita evaluasi,” tegasnya.
Editor : Jelo JSumber : Liputan