Peringatan Hari Santri, Wakapolda NTB Tekankan 4 Modal Utama

Marthadi • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:29 WIB
Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho (tiga dari kiri) mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, Kamis (22/10)
Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho (tiga dari kiri) mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, Kamis (22/10)

 

LombokPost - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran generasi muda pesantren dalam pembangunan bangsa. Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menegaskan santri memegang posisi strategis sebagai benteng moral sekaligus motor kemajuan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia mengikuti upacara Hari Santri Nasional bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, Kamis (22/10). Mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", momentum ini menyoroti kesiapan santri menyongsong masa depan.

"Santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai keagamaan, sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa," ujar Brigjen Hari Nugroho di sela kegiatan tersebut.

Baca Juga: Kapten MU Bruno Fernandes Kritik Taktik Carrick Usai Dibantai Como

Menurut Brigjen Hari, tema peringatan tahun ini mengajak kaum santri terlibat aktif menjawab ragam tantangan bangsa lewat prinsip Islam rahmatan lil 'alamin. Semangat tersebut selaras dengan ikhtiar bersama menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Nilai keislaman yang membawa kedamaian dan kemaslahatan, perlu terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya menegaskan.

Ia menggarisbawahi ada empat modal pokok yang wajib dimiliki santri modern, yaitu kedalaman ilmu, kekuatan karakter, keteguhan pada tradisi, serta keberanian berinovasi. Bekal ini krusial agar para santri mampu beradaptasi dengan laju perkembangan zaman tanpa kehilangan pijakan identitas.

"Santri perlu menguasai ilmu, menjaga akhlak, menghargai tradisi, serta berani melahirkan gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat," kata jenderal bintang satu tersebut.

Baca Juga: Polresta Mataram Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Lingsar, Dua Orang Ditangkap

Kehadiran jajaran polda bersama Kemenag di Ponpes Nurul Hakim ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kerja sama kepolisian, otoritas agama, dan kalangan pesantren dinilai menjadi kunci menjaga kerukunan serta membina generasi muda yang berdaya tahan tinggi.

"Kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif," tuturnya.

Ia berharap santri terus tumbuh menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang kokoh demi mendukung agenda kemajuan daerah maupun nasional.

"Kami berharap para santri terus belajar, menjaga nilai-nilai luhur, dan mengambil peran positif dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing," tutup Brigjen Hari.

Editor : Marthadi
Hari Santri 2026 polda ntb pondok pesantren Indonesia Emas 2045 Berita NTB