LombokPost-NTB mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
“Kondisi atmosfer di sekitar NTB dipengaruhi sirkulasi siklonik di Laut China Selatan, pertemuan angin atau konvergensi, serta belokan angin di sejumlah wilayah perairan dan daratan,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) BMKG Tri Widiarto.
Suhu permukaan laut di perairan NTB berkisar 26–30 derajat Celsius. Angin permukaan dominan bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.Sementara suhu udara pada 1–2 November 2026 diprakirakan 25–37 derajat Celsius dengan kelembapan 40–95 persen.
Baca Juga: Waspada Hujan Lebat Landa Wilayah NTB, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang
BMKG pun turut mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat pada periode 1–3 November. Pada 1 November, hujan berpotensi terjadi di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, dan Bima. Angin kencang juga berpotensi melanda Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, dan Sumbawa.
Memasuki 2 November, potensi hujan meluas ke Lombok Barat, Lombok Utara, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Sementara angin kencang berpotensi terjadi di Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat.
Pada 3 November, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Bima. Potensi angin kencang masih perlu diwaspadai di Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
“Selain cuaca daratan, gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan,” kata dia.
Pada 1 November, kondisi tersebut diprakirakan terjadi di Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan selatan Lombok, serta perairan selatan Sumbawa.
“Kalau di 2–3 November, potensi gelombang serupa masih terjadi di Selat Alas bagian selatan dan perairan selatan,” terang Tri.
Baca Juga: BMKG Pastikan Siklon Tropis ARNAB Tidak Berdampak ke Indonesia
Pihaknya juga memetakan sejumlah daerah rawan banjir, yakni Sandubaya, Praya, Sekotong, Taliwang, Lunyuk, Plampang, Kota Bima, Palibelo, dan Woja.
Berikutnya, pemetaan daerah rawan longsor mencakup Pusuk Gunungsari, Batukliang Utara, Pusuk Sembalun, Sekotong, Sekongkang Atas, Batu Lanteh, Tambora, Soromandi, Ropang, dan Langgudu.
Potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba ini, perlu diwaspadai karena dapat memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah NTB.
Bencana yang berpotensi terjadi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, hujan lebat juga dapat menyebabkan genangan serta mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
Baca Juga: Anggaran Ratusan Miliar Mengalir ke Bima untuk Bangun Irigasi, Jalan hingga Pengendalian Banjir
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
“Terus ikuti informasi perkembangan cuaca dapat dipantau melalui laman resmi BMKG maupun akun media sosialnya,” tandas Tri.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan