Oleh: Asmawati S.Pt
(Mahasiswa S-2 Sumber Daya Peternakan, Fakultas Peternakan Unram Angkatan 2023)
USAHA ternak mulai digemari para peternak maupun masyarakat umum karena mempunyai nilai yang menjanjikan dan sebagai investasi di masa yang akan datang serta untuk memenuhi kebutuhan pokok harian yang dimanfaatkan oleh kelompok tani Mulejati, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Yang awalnya di desa ini beternak secara individual, dengan memiliki kandang di samping-samping rumah dan memiliki jumlah ternak hingga ratusan ekor, namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2006 melihat usaha ternak sapi maju, seringkali masyarakat kehilangan sapi yang hampir setiap pekan, maka peternak banyak menjual ternak sapinya untuk menimalisir kehilangan yang dialami.
Oleh karena itu, hanya beberapa orang yang masih bertahan untuk memelihara sapi, terutama anggota kelompok yasinan Mulejati yang beranggotakan 28 orang yang berinisiatif untuk mengandangkan ternak secara bersama (kandang kumpul) sehingga mulailah sapi dikandangkan secara kolektif dan ronda malam pun berjalan baik, dan keamanan di desa Kuranji kembali normal.
Alasan utama dalam mendirikan kelompok tani ini adalah karena adanya kebersamaan dalam satu tujuan yaitu beternak sapi secara intensif dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan sesama petani ternak serta membantu diri sendiri melalui gotong royong. Dalam rangka meningkatkan efisiensi usaha kelompok tani ternak yang semula berorientasi pada pembibitan/pengembangbiakan ternak, maka pada tahun 2017 kelompok tani membangun kandang semi permanen untuk usaha penggemukan ternak. Sehingga sekarang kelompok tani ternak Mulejati memiliki usaha pembibitan dan penggemukan ternak yang fokus kepada sapi bali dan sapi berahman. Kini kelompok tani Mulejati sudah memiliki 79 ekor diantaranya 28 ekor milik kelompok dengan sumber keuangan untuk mengelola pemeliharaan dan pengembangan sapi melalui iuran (simpan pinjam anggota) dan hasil sewa beternak, sewa kandang dan pendapatan lainnya (pengembangan kapasitas kelompok).
Kelompok tani Mulejati telah mengiringi banyak proses dan pembelajaran dari ternak yang telah dirawat hingga menjadikannya peternak yang professional dibidangnya mengenai ternak sapi, hingga pada tahun 2015 menjuarai pemilihan sedet sepulau Lombok yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai juara terbaik, Kelompok tani Mulejati juga dimanfaatkan sebagai wahana belajar oleh sekolah menengah kejuruan Pertanian Pembangunan Mataram, mengajak kelompok tani ternak Mulejati bekerja sama untuk membina generasi muda dalam melanjutkan generasi muda menjadi peternak.
Di bawah binaan penyuluh Baiq Yusniarti Heprilna, dengan koordinator BPP pak Sueke Agung dan pak H. Riame sebagai ketua keompok tani Mulejati dengan Bolang sebagai sekretaris kelompok dan Sinalam sebagai bendahara yang mengurus keuangan kelompok tani Mulejati.
Dalam kegiatan usaha budi daya ternak sapi kelompok tani Mulejati yang sudah sejak lama menjalin usaha pembibitan sapi dan penggemukan, sudah terbiasa dengan teknologi seperti mengetahui bibit reproduksi yang berkualitas, pakan yang cukup untuk ternak, menjaga kesehatan ternak dengan tata laksana pemeliharaan yang terjaga.
Kemampuan untuk menyeleksi bibit unggul sudah tidak diragukan lagi, dengan melakukan pertama kali sapi dikawini/IB pada umur 2,5 tahun, perkawinan secara alami dan melaui IB, dengan mengatur jarak kelahiran sapi selama satu tahun sudah diterapkan 3 sampai 4 bulan kosong kemudian hamil 9 bulan, sehingga total jarak kelahiran 12-13 bulan, dan apabila lebih dari 1,5 tahun tidak hamil, maka sapi termasuk kedalam gangguan reproduksi, dan harus segera diberi rangsangan birahi, dalam mengetahui tanda birahi yaitu seperti vulva merah, hangat, keluar lendir, gelisah, sapi saling menaiki, mengibas-ngibaskan ekornya, dan nafsu makan berkurang serta berteriak-teriak.
Pemberian pakan juga tak kalah pentingnya dalam usaha pembibitan dan penggemukan sapi, pemilihan pakan yang berkualitas menentukan berat badan sapi yang naik secara konsisten, kelompok tani Mulejati tak hanya mengandalkan rumput lapangan saja, namun memiliki hamparan penanaman hijauan pakan ternak seperti rumput gajah dan rumput saja, dengan frekuensi pemerian pakan diberikan 3 kali sehari yakin pada pagi, siang dan sore hari. Selain hijauan anggota juga memberikan konsentrat sebanyak 2 persen dari berat badan sapi kepada ternaknya. Selain pemberian pakan ternak, sumber air minum ternak juga turut diperhatikan yakni berasal dari air sumur anggota yang ada di ladang penggembalaan ternak.
Usaha ternak tani Mulejati maju karena ternak yang dirawat dengan apik dan bersih, sapi dimandikan 2 kali sehari, setiap mengeluarkan sapi di pagi hari dan akan memasukkannya ke kandang kembali pada sore hari, selain itu juga kebersihan kandang tetap dijaga denganan diadakannya gotong royong 2 kali dalam satu bulan yang telah diatur dalam awik-awik.
Kesehatan ternak juga selalu dijaga dengan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan terjadwal oleh petugas kesehatan hewan kecamatan dengan diberikannya vaksin sebagai langkah awal untuk menjaga agar ternak lebih tahan terhadap penyakit.
Oleh karena itu kelompok ternak tani Mulejati, mendapatkan nominasi terbaik dalam lomba pemelihan sedet sepulau Lombok dan khalayak masyarakat juga telah mempercayai kualitas ternak dari kelompok ternak tani Mulejati karena selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam usaha pembibitan dan penggemukan ternak sapi (*)
Editor : Kimda Farida