Oleh: Musa Shofiandy
( Sekretaris Umum HIMAPALA)
LombokPost--Terbentuknya Perkumpulan Himpunan Masyarakat Paer Lauq yang disingkat HIMAPALA, menimbulkan bermunculannya berbagai taggapan masyarakat terutama terkait dengan Wilayah yang disebut dengan daearah Paer Lauq, ada pendapat yang menyatakan bahwa yang disebut dengan daerah Paer Lauq adalah wilayah-wilayah yang meliputi beberapa Kecamatan di Lombok Timur, seperti Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak, Jerowaru, bagian selatan Kecamatan Sikur dan Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
Ada lagi yang menyatakan bahwa daerah Paer Lauq itu termasuk juga beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah seperti Kecamatan Praya Timur, Praya Tengah, Sengkol dan beberapa wilayah Kecamatan di Lombok Tengah bagian selatan, ada lagi yang mengatakan bahwa daerah Paer Lauq itu adalah wilayah-wilayah yang berada di selatan jalan raya mulai dari Rumak Kabupaten Lombok Timur- terus ke timur sampai wilayah Kecamatan Keruak dan masih ada lagi beberapa versi lainnya.
Namun yang jelas adalah bahwa semuan pendapat itu setau penulis tidak ada landasan hukum tertulis yang menentukan batas wilayah yang disebut dengan istilah Paer Lauq.
Atas dasar pemahaman dan pengetahuan penulis inilah, maka penulis beserta beberapa akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta komponen lainnya yang terlahir dan berasal dari tiga wilayah Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur yakni Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru bersepakat untu membentuk sebuah perkumpulan yang kami beri nama “Himpunan Masyarakat Paer Lauq ( HIMAPALA).”
INISIATOR
Kata Inisiator berasal dari bahasa Latin “Initiare”, yang bearti “awal”. “Inisiator adalah orang atau pihak yang memulai, mengembangkan, dan melaksanakan sesuatu “.
Start awal dimulainya ide perkumpulan HIMAPALA ini dimulai dengan pembicaraan dan diskusi nantara Penulis dengan salah seorang tokoh Masyarakat yang terlahir di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, namun sejak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan, setelah menamatkan pendidikan di tingkat Sekolah Rakyat (dulu Sekolah Dasar atau SD itu bernama Sekolah Rakyat atau SR) beliau meninggalkan kampung halamannya di Rensing Desa Sakra Kedistrikan Sakra ( dulu Desa Rensing masih merupakan wilayah Desa Sakra) pada tahun 1964 untuk melanjutkan pendidikannya ke daerah lain yakni di SMPN Selong, SMAN 1 Mataram, Fakultas Pertanian UNRAM. (S.1), Fakultas Pertanian UGM Yogya (S.2) dan S3 di University of Adelaide Auetralia.
Beliau adalah Prof.Ir.H.Mansur Ma’shum.,Ph,D. yang telah mendapatkan amanat menjadi Rektor UNRAM selama dua periode. Sementara penulis sendiri terlahir di Dusun Mendana, Desa Selebung Ketangga Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.
(Sejak tahun 2011 lalu, Dusun Mendana telah menjadi Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur), dan sejak tahun 1969 melanjutkan pendidikan ke SMPN Selong, SMAN Selong, APDN Mataram dan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM Yogyakarta.
Pembicaraan dan diskusi awal antara penulis dengan Prof.Ir.H.Mansur Ma’shum, Ph.D. terjadi pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2025 sekitar ja. 07.10 Wita. Dalam diskusi penulis dengan beliau bersebut, beliau menyarankan untuk melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh lainnya yang dinekal dan terlahir di Gumi Paer Lauq.
Saran beliau ini penulis langsung menindak lanjuti dengan menghubungi beberapa tokoh masyarakat Gumi Paet Lauq yang telah lama penulis kenal, yakni Prof.Dr.H.S.Agil Al Idrus, M.Si. (Dosen dan Mantan Ketua Senat UNRAM) yang terlahir di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur serta Prof.Dr.TGH.Fahrurrozi Dahlan, MA. yang terlahir di Penendem Desa Senyiur Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.
Ke dua beliau ini sama halnya seperti Prof.Ir.H.Mansur Ma’shum,Ph.D. dan penulis sendiri yakni sejak melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Lanjutan Pertama, meninggalkan kampung halamannya, dan pada ahirnya kami ber empat tinggal menetap di wilayah Kota Mataram.
Setelah kami ber empat melakukan diskusi yang cukup panjang, kami sepakat untuk membentuk sebuah perkumpulan yang beranggotakan masyatrakat yang terlahir dan/atau bertempat tinggal di Gumi Paer Lauq, namun sebelum perkumpulan tersebut dibuat secara formal, dipandang perlu untuk melakukan pertemuan silaturrahiem dengan beberapa tokoh lainnya dengan tujuan agar perkumpulan yang kami bentuk itu benar-benar merupakan perkumpulan yang pembentukannya atas dasar kesepakatan tokoh-tokoh masyarakat Gumi Paer Lauq.
Inilah kesepakatan kami berempat, dan dengan sedikit uraian di atas disimpulkan bahwa Inisiator Pembentukan Perkumpulan Himpunan Masyarakat Paer Lauq yang disingkat HIMAPALA adalah : “Prof.Ir.H.Mansur Ma’shum, Ph.D. ; Prof.Dr.H.S.Agil Al Idrus, M.Si. ; Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA dan Dr.Drs.H.Musa Shofiandy,SH.,MM.” (Penulis Opini ini).
Dan setelah melakukan komunikasi dengan berbagai Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan komponen masyarakat lainnya, maka kami sepakat untuk mengadakan pertemuan Silaturrahiem pada hari Sabtu Tanggal 8 Februari 2025 bertempat di Pondok Pesantres Dhiaul Fikri Sukarara Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur.
Dan Alhamdulillah dalam pertemuan silaturrahiem tersebut kami nsepakat untuk membentuk Perkumpulan yang pada awalnya kami beri nama Ikatan Keluarga Masyarakat Paer Lauq yang di singkat IKMAPALA yang dalam proses berikutnya ketika mengurus Legalitas Formal di Kementerian Hukum Republik Indonesia di rubah namanya menjadi Himpunan Masyarakat Paer Lauq dan disingkat HIMAPALA.
Secara garis besarnya ,goresan hati yang ada dalam benak bathin hati para Inisiator yang didukung pula oleh para tokoh masyarakat Paer Lauq yang ikut serta merealisasikan terbentuknya Perkumpulan HIMAPALA ini, adalah “Ingin ikut berperan serta memajukan masyarakat dan daerah Paer Lauq (wilayah Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru) yang merupakan daerah kelahiran kami, dengan tulus ikhlas memberikan segala kemampuan yang ada dan kami miliki terutama berupa ilmu pengetahuan, kemampuan berfikir, berinovasi dan berimajinasi serta pengalaman yang kami miliki selama ini, sebagai bentuk dan wujud Pengabdian dan Kepedulian kami terhadap Gumi Paer Lauq, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah Paer Lauq”.
Kami para penggagas terbentuknya organisasi ini, hanya memiliki Pengetahuan, kemampuan berfikir, beinovasi dan berimajinasi serta pengalaman puluhan tahun di berbagai bidang pengabdian, karena person-person yang tergabung dalam organisasi ini, antara lain, lebih dari 10 (sepuluh) Guru Besar (Profesor), puluhan doktor dan ratusan yang berpendidikan S.2.yang memiliki kompetensi di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Kami tidak memiliki kelebihan material yang akan kami berikan/ sumbangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah kami Gumi Paer Lauq.
Kamipun sadar bahwa kami (HIMAPALA) tidak mungkin akan dapat mengatasi semua permasalahan-permasalahan yang ada dan terjadi dalam kehidupan masyarakat Gumi Paer Lauq. Permasalahan-permasalahan tersebut begitu kompleknya, dan memerlukan pengorbanan material dan non material yang memadai untuk bisa mengatasinya. Pemerintahpun yang memiliki sumber-sumber dana dan pembiayaan operasional tidak akan bisa mengatasi semua permasalahan tersebut.
Jadi “kami mohon dan berharap kepada saudara-saudaraku yang ada di Paer Lauq, agar Jangan Pernah berfikir bahwa kehadiran HIMAPALA adalah untuk mengatasi semua permasalahan yang ada dan terjadi di Paer Lauq, termasuk dengan pengorbanan material, kami (HIMAPALA) hanya akan memberikan Pengabdian Kepedulian kepada masyarakat dan daerah Paer lauq dengan cara/melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, kemampuan non material serta pengalaman yang kami miliki selama puluhan tahun berkecimpung dalam Pemerintahan di berbagai bidang tugas.”
Sebagai ilustrasi bentuk pengabdian kepadulian itu akan kami lakukan dengan cara sebagai berikut :
- Langkah awal yang akan kami lakukan adalah dengan menggali, menghimpun, mencatat, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada dan terjadi dalam masyarakat dan/atau di daerah Paer lauq, terutama yang terkait erat dengan segi kehidupan masyarakat, yang diperkirakan mempengaruhi terwujudnya kesejahteraan masyarakat ;
- Bila permasalahan-permasalahan tersebut telah terkumpul dan terdata, kami akan melakukan identifikasi dan membagi jenis dan macam permasalahan tersebut sesuai dengan kriterianya masing-masing ;
- Setelah semua data tersebut teridentifikasi, langkah berikutnya adalah melakukan Kajian Analisis terhadap data dan atau permasalahan tersebut. Kajian analisis ini tentu akan kami lakukan dengan menerapkan berbagai jenis metode Analisis data seperti : analisis deskriptif, analisis Regresi, Analisis Faktor, Analisi Konten, Analisis Naratif, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif, Kombinasi Analisis Kualitatif dan Kuantitatif dan lainnya.
Analisis Data bertujuan untuk memahami data, memecahkan masalah dan membuat keputusan yang lebih baik :
1. Memahami Data :
- Analisis data dapat mengubah data kompleks menjadi lebih sederhana ;
- Analisis data dapat membantu memahami pola dan tren dalam data ;
- Analisis data dapat membantu memahami distribusi data.
2. Memecahkan Masalah.
- Anaalisis data dapat membantu mencari solusi terbaik atas masalah yang dihadapi ;
- Analisis data dapat membantu mengidentifikasi masalah yang ingin diatasi.
3. Membuat Keputusan Yang lebih baik.
- Analisis data dapat membantu membuat kebijakan atau Pengambilan Keputusan;
- Analisis data dapat membantu membuat keputusan yang lebih cerdas dan strategis;
- Analisis data dapat membantu pengambilan keputusan yang lebuh tepat.
Tahapan Analisis data ini melputi Pengumpulan Data, Penyusunan Data, Pengolahan Data, Pengujian Hipotesis dan Pembuatan laporan hasil Analisis.
Uuntuk kita mulai berfikir dan berbuat untuk masa depan generasi (anak cucu kita).
4. Setelah ada hasil analisis itu (berupa cara dan tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut) diperoleh, langkah berikutnya adalah menindaklanjuti dan /atau mengeksekusi hasil analisis tersebut. Kegiatan menindaklanjuti atau mengeksekusi ini dalam arti, bila hasil analisis itu menunjukkan bahwa penyelesaian suatu masalah itu memerlukan tindakan riel dari Pemerintah (Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur/Pemerintah Daerah Provinsi NTB, dan/atau Pemerintah Pusat), maka HIMAPALA akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah terkait. Komunikasi dan koordinasi tersebut bisa dengan cara mendatangi langsung aparat Pemerintah Daerah yang terkait, dan bisa juga melalui surat resmi dari HIMAPALA. Dan HIMAPALA akan terus mengamati dan memantau perkembangan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah, sampai permasalahan tersebut bisa teratasi. Demikian juga halnya bila suatu permasalahan tersebut terkait dengan pihak lain (pihak swasta, organisasi/lembaga atau perorangan). In Sya Allah HIMAPALA akan terus dan tetap melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Gumi Paer Lauq.
KEANGGOTAAN
Berdasarkan kesepakatan dari hasil Musyawarah Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar, Majelis Pembina dan Dewan Eksekuti HIMAPALA, maka untuk pertama kalinya keanggotaan Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA) terdiri dari :
- Anggota Masyarakat yang terlahir/ dilahirkan di 3 (tiga) wilayah Kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan yakni wilayah Kecamatan Sakra Barat, Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru yang meliputi 48 (empat puluh delapan) Desa, dan berada/bertempat tinggal di daerah Nusa Tenggara Barat.
- Anggota Masyarakat yang berada dan bertempat tinggal menetap di 3 (tiga) wilayah Kecamatan tersebut pada point 1 di atas,
- Anggota masyarakat yang terlahir (dilahirkan) di tiga wilayah Kecamaan tersebut di atas dan betempat tinggal di luar Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, baik dalam wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia maupun di luar negari.
Untuk masa-masa mendatang, bila HIMAPALA telah berhasil mewujudkan dan menunjukkan peran sertanya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat san memajukan daerah Humi Paer Lauq, maka tidak tertutup kemungkinan HIMAPALA akan memperluar jangkauan wilayah kerjanya dengan wilayah Kecamatan lainnya yang berdekatan dengan tiga wilayah Kecamatan tersebut, baik yang berada di Kabupaten Lombok Timur, maupun wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, dengan didasari atas kesepakatan bersama.
STRUKTUR ORGANISASI
Untuk Pertama kalinya ketika terbenuk Organisasi/perkumpulan HIMAPALA, Struktur Organisaiterdiri dari :
- MAJELIS PERTIMBANGAN dengan Ketuanya Dr. TGH. M. FIKRI ZAINUL MUKHLIS,MA.
Anggotanya sebanyak 21 TUAN GURU yang ada di Gumi Paer Lauq.
- MAJELIS PAKAR dengan Ketuanya Prof.Dr.TGH.FAHRURROZI DAHLAN, MA.
Anggotanya 8 (delapan) orang yang terdiri dari Guru Besar (Profesor), dan Doktor.
III. MAJELIS PEMBINA dengan Ketuanya Prof.Ir.H.MANSUR MA’SHUM, Ph.D.
Anggotanya 8 (delapan) orang yang terdiri dari Guru Besar (Profesor), dan Doktor.
- DEWAN EKSEKUTIF yang terdiri dari :
- Ketua Umum ` : Prof.Dr.H.S.AGIL AL IDRUS, M.Si.
Dan 5 orang Wakil Ketua.
- Sekretarus Umum : Dr.Drs.H.MUSA SHOFIANDY, SH.,MM.
Dan 5 orang Wakil Sekretaris
- Bendahara Umum : Dr.TGH.HASANUDDIN, S.Ag.,MM.
Dan 2 orang Wakil Bendahara
- Divisi-divisi :
1). Divisi Organisasi, Data dan Program.
2). Divisi Pendidikan
3). Divisi Keagamaan.
4). Divisi Humas dan Publikasi.
5). Divisi Kebudayaan dan Pariwisata.
6). Divisi Kesehatan
7). Divisi Sosial Ekonomi.
8). Divisi Pengembangan SDM & SDA.
9). Divisi Pemuda/Kepemudaan dan Generasi Milenjal.
10). Divisi Peranan Wanita.
11). Perikanan dan Kelautan.
12). Divisi Pertanian dan Peternakan.
13). Divisi Pengabdian Masyarakat.
14). Divisi Keamanan/Pengamanan
15). Divisi Advokasi, Hukum dan HAM.
Masing-masing Divisi ini terdapat Ketua, Sekretaris dan beberapa orang anggota (antara 9-12 orang anggota).
PROGRAM KERJA
Program Kerja Perkumpulan HIMAPALA akan disusun secara bersama sama dengan semua anggota Pengurus dalam Rapat Kerja yang waktunya akan ditentukan setelah acara Deklarasi berlangsunh pada hari Sabtu tanggal 07 Februari 2026.
Demikian sekilas tentang Perkumpulan Himpinan Masyarakat Paer Lauq ( HIMAPALA) semoga ada manfaatnya. Aamiin…Aamiin…Aamiin… Yaa Robbal Aalamiin..
Mataram, 05 Februari 2026
Penulis,
Editor : Kimda Farida