Oleh: dr. Lalu Hermawan Ranova
Dokter Umum di Rumah Sakit H. Moh. Ruslan, Kota Mataram
Pendahuluan
Setiap hari saya bertemu pasien yang datang dengan keluhan telinga berdenging, pendengaran berkurang, atau merasa suara orang lain tidak jelas.
Sebagian besar baru mencari pertolongan ketika gangguan tersebut mulai menghambat pekerjaan dan kehidupan sosial. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kesehatan pendengaran masih sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup.
Setiap hari saya bertemu pasien yang datang dengan keluhan telinga berdenging, pendengaran berkurang, atau merasa suara orang lain tidak jelas.
Sebagian besar baru mencari pertolongan ketika gangguan tersebut mulai menghambat pekerjaan dan kehidupan sosial.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa kesehatan pendengaran masih sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup.
Baca Juga: KPK Peringatkan Pejabat di Mataram soal Modus Korupsi Berulang
Mengapa Pendengaran Penting Pendengaran memungkinkan manusia belajar, berkomunikasi, bekerja, menikmati musik, dan membangun hubungan sosial.
Kehilangan pendengaran tidak hanya berdampak pada telinga, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kesepian, depresi, penurunan fungsi kognitif, hingga demensia pada usia lanjut.
Pendengaran memungkinkan manusia belajar, berkomunikasi, bekerja, menikmati musik, dan membangun hubungan sosial.
Kehilangan pendengaran tidak hanya berdampak pada telinga, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kesepian, depresi, penurunan fungsi kognitif, hingga demensia pada usia lanjut.
Data Global dan Indonesia WHO memperkirakan hampir 2,5 miliar orang akan mengalami gangguan pendengaran pada tahun 2050 dan lebih dari 700 juta membutuhkan rehabilitasi.
Kementerian Kesehatan RI juga terus mengampanyekan pentingnya deteksi dini serta perilaku mendengar yang aman agar gangguan pendengaran dapat dicegah sejak dini.
WHO memperkirakan hampir 2,5 miliar orang akan mengalami gangguan pendengaran pada tahun 2050 dan lebih dari 700 juta membutuhkan rehabilitasi.
Kementerian Kesehatan RI juga terus mengampanyekan pentingnya deteksi dini serta perilaku mendengar yang aman agar gangguan pendengaran dapat dicegah sejak dini.
Tantangan Era Digital Penggunaan earphone dengan volume tinggi selama berjam-jam menjadi salah satu penyebab yang semakin sering dijumpai pada usia produktif.
Baca Juga: Dapat Dukungan dari Grassroot Jadi Wabup Lobar, Hendra Tegaskan Siap Jalankan Instruksi Partai
Kerusakan sel rambut di koklea akibat paparan kebisingan bersifat permanen sehingga pencegahan menjadi langkah paling efektif.
Penggunaan earphone dengan volume tinggi selama berjam-jam menjadi salah satu penyebab yang semakin sering dijumpai pada usia produktif.
Kerusakan sel rambut di koklea akibat paparan kebisingan bersifat permanen sehingga pencegahan menjadi langkah paling efektif.
Langkah Pencegahan Gunakan prinsip safe listening, batasi volume dan durasi penggunaan earphone, gunakan pelindung telinga di lingkungan bising, jangan memasukkan cotton bud terlalu dalam, dan segera berkonsultasi ke dokter bila muncul tinnitus, nyeri, keluar cairan, atau penurunan pendengaran mendadak.
Gunakan prinsip safe listening, batasi volume dan durasi penggunaan earphone, gunakan pelindung telinga di lingkungan bising, jangan memasukkan cotton bud terlalu dalam, dan segera berkonsultasi ke dokter bila muncul tinnitus, nyeri, keluar cairan, atau penurunan pendengaran mendadak. Penutup Pendengaran adalah investasi sepanjang hayat.
Menjaganya berarti menjaga kemampuan berkomunikasi, belajar, bekerja, dan menikmati kehidupan bersama orang-orang yang kita sayangi.
Kesadaran masyarakat, dukungan tenaga kesehatan, dan kebijakan pemerintah harus berjalan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih peduli terhadap kesehatan pendengaran.
Pendengaran adalah investasi sepanjang hayat. Menjaganya berarti menjaga kemampuan berkomunikasi, belajar, bekerja, dan menikmati kehidupan bersama orang-orang yang kita sayangi.
Baca Juga: Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, Korban dan Tersangka Peragakan 50 Adegan
Kesadaran masyarakat, dukungan tenaga kesehatan, dan kebijakan pemerintah harus berjalan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih peduli terhadap kesehatan pendengaran.
Melalui tulisan ini, penulis berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak dini.
Editor : Kimda FaridaSumber : tulisan penulis