LombokPost - Kehadiran VinFast VF3, SUV listrik asal Vietnam menjadi babak baru tren kendaraan listrik di Indonesia.
SUV listrik mini ini sukses mencuri perhatian kaum urban berkat desainnya yang ikonik, dan harga kompetitif.
Berbeda dengan kompetitornya di kelas city car listrik yang cenderung membulat, VF3 justru hadir dengan tarikan garis tegas yang memberikan kesan gagah.
Baca Juga: Siap Mengaspal, 72 Mobil Listrik Jadi Fasilitas Kendaraan Dinas Kepala OPD Pemprov NTB
Karakter bodi yang kokoh membuat penggunanya merasa lebih percaya diri dan stylish.
Bagi banyak pemilik, faktor estetika inilah yang menjadi alasan utama mereka meminang VF3 sebagai kendaraan harian.
Mobil ini didukung dengan ground clearance yang relatif tinggi serta penggunaan velg berukuran besar untuk dimensinya.
Baca Juga: Perluasan Infrastruktur SPKLU, Pemprov Pastikan Akses Kendaraan Listrik Merata di NTB
Hal itu menegaskan kesiapan menghadapi berbagai kondisi jalanan perkotaan di Indonesia.
Meski berdimensi mungil dengan panjang hanya 3.190 mm, aura SUV yang dipancarkannya tetap terasa kental.
Ukuran bodi yang ringkas terbukti menjadi senjata maut saat membelah kemacetan perkotaan atau melewati gang-gang sempit.
Baca Juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, Pemkot Mataram dan PLN Siapkan SPKLU di Taman Sangkareang
Kemudahan mencari parkir di area padat menjadi nilai tambah yang sangat relevan dengan kondisi perkotaan di Indonesia.
Di balik kapnya, VinFast VF3 dibekali baterai berkapasitas 18,6 kWh. Sekali pengisian penuh, mampu menempuh jarak antara 210-225 kilometer. Angka ini dinilai lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian seperti bekerja atau berbelanja.
Untuk urusan tenaga, motor listrik penggerak roda belakang (RWD) miliknya mampu menyemburkan tenaga 40 HP dengan torsi maksimal 110 Nm. Menariknya, mobil ini sudah mendukung fitur DC Fast Charging. Ini memungkinkan pengisian daya dari 10-70 persen hanya dalam waktu sekitar 36 menit.
Meski dibekali baterai dengan jarak tempuh 210-225 kilometer, performa motor listriknya ternyata cukup mengejutkan. Dalam sebuah uji coba penggunaan, VF3 mampu menaklukkan jalur menanjak di kawasan Puncak dengan muatan empat penumpang tanpa kendala berarti.
Hal ini tentu saja menepis keraguan bahwa mobil listrik mungil hanya bisa digunakan di jalanan datar. VinFast menawarkan fleksibilitas bagi calon konsumennya melalui dua skema pembelian utama.
Bagi mereka yang ingin memiliki unit secara utuh beserta baterainya, harga berada di angka Rp 192 jutaan. Namun, bagi konsumen yang ingin harga awal lebih murah, tersedia skema langganan baterai dengan harga unit sekitar Rp 152 jutaan dan sewa baterai Rp 256 ribu per bulannya. Skema ini membuat harga beli unit menjadi lebih terjangkau. (fer/r6)
Editor : Redaksi