Kondisi ini sama persis seperti hari pertama simulasi. ”Gagal semua,” imbuhnya.
Tahun ini, jumlah pelajar SMKN 5 Mataram yang mengikuti UNBK 227 orang. Dibagi dalam tiga sesi dengan jumlah ketersediaan komputer 90 unit dengan lima cadangan. ”Kalau sarana dan prasarana kami sudah siap,” jelasnya.
Pantauan koran ini, kendala tersebut masih terjadi menjelang masuknya sesi kedua. Sejumlah teknisi dan proktor masih terus sibuk memantau aktivitas server. ”Mereka tetap standby di kelas, memantau seperti apa perkembangannya,” jelas Dedi.
Kendala yang muncul sangat disayangkan. Kemendikbud RI dikatakan menunjukkan ketidaksiapannya sebagai penyelenggara ujian nasional. ”Jangan hanya karena nggak ada kabar UN tahun depan, jadinya ya persiapan seadanya begini,” keluhnya.
Para peserta ujian juga mengeluhkan hal yang sama. ”Peserta banyak yang ngeluh dan kecewa juga, mereka sudah persiapan malah jadi begini,” tandasnya.
Wakasek Bidang Kurikulum SMKN 2 Mataram Dading Qalbuadi mengatakan, secara umum kondisi masih sama seperti sebelumnya. Masih bermasalah dengan sistem. Hanya saja dari 319 siswa kemarin, ada 19 siswa yang bisa login. ”Bahkan mereka bisa menjawab soal juga,” kata dia.
Pihaknya mendengar kabar, jika pelaksanaan simulasi yang tidak bisa dilakukan pada lalu, diganti Kamis besok. ”Kami belum terima informasi resminya, kalau kabar sih iya, dan kalau dijadwalkan ulang oleh pusat, sekolah pasti ikut,” tegasnya.
Jika benar akan dilakukan jadwal ulang, semuanya harus tuntas. Jangan terjadi kesalahan yang sama. ”Karena kita sudah mempersiapkan semua perangkat yang diperlukan namun ternyata sistem dari pusat yang masih bermasalah,” keluhnya.
Ynag juga penting dipikirkan adalah, kondisi psikologi peserta ujian. Mereka tampak paniK, khawatir jika kejadian serupa akan berulang saat UNBK sesungguhnya. ”Tetapi semoga saja nanti ketika UNBK utama semuanya berjalan lancar,” harapnya. (yun/r9) Editor : Administrator