Ketua Panitia PPDB 2020 Disdik Kota Mataram M Taufik mengatakan, karena PPDB SMP menggunakan mekanisme daring, pihaknya telah berkoordinasi dengan 50 lurah dan enam camat di Kota Mataram. Jika masyarakat terkendala akses jaringan internet, bisa dilakukan dari kantor kelurahan dan kecamatan. Di sana disediakan petugas atau operator, yang sudah dilengkapi dengan juknis.
”Kami sudah latih mereka, dan bisa memandu dan membantu pendaftaran, biar nggak semuanya numpuk dan datang ke sekolah,” tegasnya.
Hal ini juga baik terkait upaya mencegah potensi penularan Virus Korona. Dengan memecah kerumunan di kantor lurah dan camat, sekolah akan lebih ringan menanggung beban PPDB.
Terkait keputusan membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung, sebenarnya Disdik Kota Mataram berkeinginan bisa dilakukan saat tahun ajaran baru dimulai. Namun, melihat Mataram masih zona merah, hal itu agaknya sukar terjadi. ”Kami harus meminta izin ke satgas,” tambah Fatwir.
Kendati demikian, pihaknya juga belum bisa mengambil sikap, apakah sekolah tetap ditutup atau belajar dari rumah dilanjutkan. ”Kami masih melihat perkembangan, mudah-mudahan dalam sebulan ini ada perubahan ya, dari merah ke hijau,” harap Fatwir.
Saat ini, sekolah hanya dibuka untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu sudah dimulai sejak 15 Juni lalu, melalui jalur prestasi, perpindahan orang tua, dan afirmasi atau pra sejahtera. ”Besok (hari Ini,Red), dimulai PPDB dengan jalur zonasi,” jelasnya.
PPDB jalur ini dimaksudkan mendekatkan rumah peserta didik, dengan sekolah. Jadi orang tua tidak direpotkan lagi dengan urusan transportasi anak, antara sekolah dengan rumah. ”Siswa bisa berjalan kaki atau naik sepeda, sehingga seluruh kegiatan sekolah kapan pun bisa dihadiri oleh siswa,” katanya.
Perihal pemikiran sekolah favorit dan tidak dibenarkan masih ada dalam benak masyarakat. Apalagi jalur zonasi, merupakan salah satu jalur PPDB yang paling sensitif. Namun tegas dia, pada prinsipnya, semua sekolah sama. ”Semua kami perhatikan, baik dalam hal sarana, intra dan ekstrakurikuler hingga infrastruktur, tidak ada yang luput dari pandangan kami,” tandasnya.(yun/r9)
Editor : Baiq Farida