Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepi Pembeli, Pengusaha Distro di Mataram Andalkan Penjualan Online

Baiq Farida • Senin, 20 Juli 2020 | 12:19 WIB
TETAP BUKA: Sejumlah distro di Mataram yang sepi pengunjung, dampak dari Pandemi Korona, Minggu (19/7/2020).
TETAP BUKA: Sejumlah distro di Mataram yang sepi pengunjung, dampak dari Pandemi Korona, Minggu (19/7/2020).
MATARAM–Bisnis distro ikut terpuruk akibat Pandemi Korona. Meski new normal mulai diberlakukan, tidak serta merta membuat industri kecil menengah yang sebagian besar dikembangan oleh kalangan anak muda ini langsung menggeliat. ”Biasanya selalu ramai dikunjungi pembeli. Tahun ini justru sebaliknya. Begitupun terjadi di distro-distro sekitar sini,” kata Hardiawan Sugianto, pemilik Heartbreak Distro, kepada Lombok Post, Minggu (19/7/2020).

Dikatakan, kebanyakan pembelinya berasal dari kalangan siswa SMP dan SMA. Juga beberapa mahasiswa. Oleh karenanya, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kampus yang ditutup juga ikut mempengaruhi pendapatannya.

”Kalau tidak sekolah, mereka tidak dapat uang jajan. Yang kuliah pun sudah balik semua ke kampung halaman. Otomatis tidak ada yang belanja ke sini,” jelasnya.

Penurunan omzet mencapai 70 persen. Pemasukan yang semula mencapai Rp 25.000.000 hingga Rp 40.000.000, turun drastis, kini hanya kisaran Rp 10.000.000 saja.

”Itu pemasukan sejak Maret hingga Juli 2020. Dampak Korona ini benar-benar memukul usaha kami,” keluhnya.

Pihaknya mencoba bertahan dengan menjajaki penjualan online. Dilakukan di sosial media maupun marketplace. Produk yang dipasarkan berupa ragam kaos, hoodie, backpack, jaket, dan celana. Harganya berkisar Rp 149.000 - Rp 350.000. Sedangkan barang edisi terbatas dijual seharga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000. ”Kalau toko, sehari hanya mampu terjual satu item, atau bahkan tidak ada. Kalau online bisa tiga hingga empat item,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Andika Supriadi, pemilik distro Wildtime.co. Online kini jadi penyelamat mereka. Pihaknya bahkan mampu menjual 100-200 item barang diskon melalui penjualan online. Dia terbantu dengan produknya yang sudah terkenal di luar kota. Tak heran, tidak sedikit yang ingin bergabung sebagai reseller.

”Hanya saja saat ini kita masih terkendala keterbatasan sistem produksi. Ditambah lagi momennya masih Korona. Jadi sebaiknya pending dulu,” ucapya.

Sejak Korona merebak, ia memilih menutup salah satu toko miliknya. Beberapa karyawanpun dirumahkan hingga waktu yang belum ditentukan. Padahal, sebelumnya dari kedua outlet tersebut ia bisa hasilkan Rp 100.000.000 hingga Rp 150.000.000 dalam sebulan. ”Biasanya, awal bulan selalu ramai. Saat ini sepi sekali sehingga harus tutup satu toko. Sehingga yang bekerja utama saat ini adalah admin online dan tim kreatif,” ujarnya.

Ia berharap, keadaan bisa segera kembali normal. ”Semoga perekonomian cepat pulih. Supaya karyawan juga bisa kembali bekerja dan perekonomian masyarakat bisa segera berputar,” harapnya. (eka) Editor : Baiq Farida
#online #efek Korona #Penjualan Sepi #Distro