”Bagaimana pun keadaannya, kami terus menjaga semangat,” kata Dekan FIK UMMAT Nurul Qiyaam, pada Lombok Post, Senin (27/7/2020).
Salah satu kegiatan yang telah digelar adalah International Webinar FIK UMMAT, Sabtu (25/7/2020). Webinar ini mengangkat tema ”The Role of Pharmacists and Midwives in New Normal Era”.
Nurul menjelaskan, webinar itu menghadirkan berbagai narasumber, dari dalam mapun luar negeri. Seperti Universiti Kebangsaan Malaysia, Universitas Indonesia, Taipei Medical University, National Taipei University of Nursing and Health Sciences, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan.
”Kami menyelenggarakan secara virtual menggunakan platform zoom meeting dan live streaming youtube pada kanal youtube FIK UMMAT,” tegas dia.
Tak tanggung-tanggung, webinar ini diikuti 21.733 orang. Terdiri dari apoteker, tenaga teknis kefarmasian, bidan akademisi/bidan praktisi, tenaga kesehatan lain, mahasiswa farmasi, dan mahasiswa kebidanan.
”Bahkan ini diikuti oleh masyarakat umum,” imbuhnya.
Dia menerangkan, webinar internasional ini merupakan salah satu kontribusi FIK Ummat, dalam sharing ilmu. Terutama berkaitan dengan peran farmasis dan bidan era adaptasi kenormalan baru, serta pentingnya kolaborasi interprofesional antar tenaga kesehatan. ”Kita harus sama-sama bergerak,” kata dia.
Nurul menyebut, kegiatan ini mendapatkan piagam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), nomor 955/R.MURI/VII/2020. ”Alhamdulillah, kami benar-benar bersyukur,” ujarnya.
Rektor UMMAT H Arsyad A Gani mengapresiasi prestasi yang sudah ditorehkan. ”Terima kasih kepada seluruh civitas FIK UMMAT,” tandasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida