Keduanya adalah Nur Sanya Fahmi Mantika siswi kelas XII, dengan judul esai “Ekonomi Stabil Untuk Kurva Yang Melandai”. Selanjutnya, Arsi Yulistari dari kelas XI. Judul esai “Bersatu Kita Melawan Covid-19”.
”Kami sudah persiapan ini sejak awal September,” tegasnya.
Tema Parlemen Remaja 2020 adalah Gotong Royong Mengatasi Pandemi Covid-19. Syarat pendaftaran, peserta harus menyiapkan tiga item berkas. CV, esai, dan video kampanye. Pihak penyelenggara memberi bobot penilaian, untuk CV sebesar 25 persen, esai 40 persen, dan penilaian video dari akun YouTube sebesar 35 persen.
”Bila peserta mendapatkan penilaian terbaik dari juri di pusat, maka itulah yang menjadi perwakilan provinsi,” terang dia.
Parlemen Remaja merupakan kegiatan pembelajaran politik kepada pelajar SMA sederajat. Mereka akan merasakan simulasi menjadi anggota DPR RI selama lima hari.
”Ini kegiatan rutin yang digelar DPR RI, sebagai sarana untuk memberikan pembelajaran politik,” jelas Wahyu.
Arsi Yulistari mengatakan, dirinya telah melakukan berbagai persiapan. ”Kami akan membahas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,” terangnya.
Dua pasal yang menjadi poin penting. Yakni Pasal 59 terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pasal 71 membahas sumber daya dalam penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.
”Saya membawa pesan, bagaimana kita harus dan tetap semangat menghadapi pandemi ini,” jelas dia.
Sedangkan Nur Sanya Fahmi Mantika menjelaskan, mempelajari materi, dirinya juga menelaah kebijakan pemda. ”Kalau saya lebih melihat situasi sekarang, sekaligus membaca perda turunan UU itu, dan memaparkan berbagai kebijakan pemda,” ujarnya.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Madrasah MAN 2 Mataram Meci Karimah Kasipahu menambahkan, karena pandemi Covid-19, kegiatan tersebut dilakukan daring, awal November mendatang.
”Kami sudah siapkan fasilitas untuk kegiatan,” tegasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida