Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hari Ini Mataram Mulai Simulasi Pembukaan Sekolah

Wahyu Prihadi • Kamis, 14 Januari 2021 | 11:27 WIB
PERSIAPAN : Seorang staf membersihkan salah kelas di SMPN 2 Mataram, yang akan digunakan siswa,  (13/1).
PERSIAPAN : Seorang staf membersihkan salah kelas di SMPN 2 Mataram, yang akan digunakan siswa, (13/1).
MATARAM-Hari ini diputuskan seluruh TK/PAUD, SD, dan SMP sederajat di Mataram, mulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) langsung di sekolah.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin menegaskan, kebijakan ini sesuai hasil rapat koordinas (rakor) berbagai kalangan terkait, Rabu (6/1).

”Kita mulai dengan simulasi besok, (hari ini, Red),” tegasnya, saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (13/1).

Tercatat 145 TK/PAUD, 172 SD dan 46 SMP baik negeri maupun swasta, di Mataram siap melaksanakan simulasi. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua pekan. ”Untuk tahap awal ini, kita laksanakan dari 14-28 Januari,” terang dia.

Untuk evaluasi penerapan protokol kesehatan, kegiatan pembelajaran dan lainnya, data akan diminta tiap pekan. ”Barulah kami akan evaluasi menyeluruh, pada pekan kedua,” tegasnya.

Diingatkan, simulasi tahap awal, guru tidak boleh langsung mengajarkan materi. Harus diawali dengan dukungan psikososial. ”Bangkitkan kembali semangat belajar mereka, karena kita tahu sendiri, mereka selama ini menjalani BDR (belajar dari rumah, Red),” kata Syarafudin.

Kegiatan ini juga akan mencakup, sosialisasi protokol kesehatan 3M. Tujuannya, peserta didik terbiasa menerapkan itu selama proses belajar. ”Menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, ini sangat penting untuk terus diingatkan oleh sekolah,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram H Muhammad Amin mengatakan, seluruh madrasah di Mataram juga akan melaksanakan simulasi PTM.

”Kami sudah sosialisasikan ini ke madrasah, termasuk ke orang tua juga, sejak awal bulan ini,” jelasnya.

Seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat RA, MI, MTs dan MA telah mengisi daftar kesiapan. Mereka siap memenuhi sarana dan prasarana protokol kesehatan.

”Sudah kita cek dan nilainya rata-rata diatas 85 persen, jadi sudah siap belajar tatap muka dengan sistem shift itu,” terang dia.

Pada saat simulasi hari ini, Amin menyebut pihaknya akan turun langsung memantau. ”Kita tidak lepas begitu saja, utama yang paling kita perhatikan adalah penerapan protokol kesehatan itu,” tegasnya.

Selebihnya, selama pelaksanaan, pengawas madrasah akan diterjunkan. Hasil pantauannya menjadi bahan evaluasi Kemenag Kota Mataram.

”Dari evaluasi itu, hasilnya mana yang tetap diizinkan, dan mana yang harus ditutup, jadi madrasah tidak boleh main-main,” pungkas mantan kepala Bidang Bimbingan Islam Kanwil Kemenag NTB ini.

Kepala Disdik Mataram H Lalu Fatwir Uzali menjelaskan, simulasi dimaksudkan, agar pihaknya mendapatkan berbagai gambaran. Mulai dari persiapan orang tua, peserta didik, hingga kelengkapan sarana dan prasarana penunjang.

”ini yang mau kami pastikan, bagaimana kendalanya, apa saja kekurangannya, dan lain-lain sehingga kita bisa diskusikan dan cari solusinya,” jelasnya.

Orang tua juga diingatkan, mempersiapkan anaknya sebelum berangkat ke sekolah. ”Anak SD kan tidak boleh pakai motor, orang tua harus antar, di sekolah juga tidak buka kantin, ini anak harus dipastikan sarapannya,” kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengingatkan, agar satuan pendidikan dalam setiap proses PTM, menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. ”Sehingga benar-benar kita jamin, kita pastikan untuk tidak terjadinya penularan tentu di sekolah-sekolah,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

 

 

  Editor : Wahyu Prihadi
#Kepala Disdik Mataram H Lalu Fatwir Uzali #pendidikan #Mataram #Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh #Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram H Muhammad Amin #Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin