Kepala SMKN 5 Mataram H Istiqlal mengatakan MotoGP di Sirkuit Mandalika bukan hanya kegiatan balapan semata. Melainkan juga menyangkut ekonomi masyarakat. Asa tersebut tentu datang dari jumlah penonton dari berbagai negara di dunia.
Tetapi dalam perjalanannya, cakupan desain akan diperbanyak, sesuai dengan permintaan pemesan. Dari sini akan lahir beranekaragam desain batik. Namun, motif utamanya harus mengandung unsur Mandalika Sasambo. ”Apa pun desainnya, motif pakemnya harus ada atau muncul sebagai corak dasar, ciri khasnya itu kita pertahankan,” jelasnya.
Dikatakan, inovasi ini sebagai upaya sekolah dalam mengembangkan kreativitas guru dan siswa. ”Kami tidak ingin hanya stagnan di Batik Sasambo saja, kami akan bergerak ke tekstil Sasambo, jadi ini batik tekstil,” terang Istiqlal.
Dijelaskannya, ada tiga cara pembuatan Batik Mandalika Sasambo di SMKN 5 Mataram. Apabila dipesan dalam jumlah banyak, pihaknya menggunakan mesin printing batik. ”Kami juga bisa menerima desaign made by order, namun tetap ada unsur Sasambo di dalamnya,” tegas dia.
Jika pemesannya menginginkan desain yang lebih unik, maka produksinya menggunakan metode batik cap, mirip seperti stempel. Ada juga menggunakan metode batik tulis. Ini adalah teknik membatik yang didahului dengan pembuatan gambar pada permukaan kain, dengan cara menutup bagian-bagian tertentu, menggunakan lilin dan alat canting. ”Ini karya seni, artinya betul-betul hand made, dan membutuhkan waktu sampai dua minggu untuk membuatnya,” jelas Istiqlal.
Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan yang hadir pada acara peluncuran mengapresiasi terobosan SMKN 5 Mataram. Dia berjanji akan mengomunikasikan dengan dinas terkait, supaya produk SMKN 5 Mataram bisa dititip pada gerai yang disediakan Pemprov NTB di Sirkuit Mandalika. (yun/r9/*) Editor : Administrator