Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

80 Guru dan Siswa di Lombok Tengah Ikut Bengkel Sastra

Baiq Farida • Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:49 WIB
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Peserta kegiatan Bengkel Sastra, di Aula Kantor Bupati Loteng, Selasa (2/8). (Kantor Bahasa for Lombok Post)
TINGKATKAN KEMAMPUAN: Peserta kegiatan Bengkel Sastra, di Aula Kantor Bupati Loteng, Selasa (2/8). (Kantor Bahasa for Lombok Post)
MATARAM-Kantor Bahasa NTB menyelenggarakan Bengkel Sastra bagi guru dan siswa di Kabupeten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (2/8). Kegiatan tersebut diikuti 80 guru dan siswa.

“Mereka berasal dari enam SMP, tiga SMK, tiga MA, dan dua MTs di Lombok Tengah,” ungkap Kepala Kantor Bahasa NTB Puji Retno Hadiningtyas, Rabu (3/8/2022).

Diterangkannya, Bengkel Sastra adalah salah satu bentuk kegiatan peningkatan apresiasi sastra kalangan dunia pendidikan. Khususnya bagi guru dan siswa, mulai dari pendidikan dasar sampai menengah. ”Apa yang dilakukan ini, sebagai wujud cinta sastra,” kata dia.

Kegiatan ini dilakukan dengan melatih masyarakat, termasuk guru, siswa, generasi muda, dan lainnya agar lebih mencintai sastra. Peningkatan apresiasi melalui bengkel sastra dapat terwujud dengan cara melatih masyarakat memahami dan menghayati karya sastra. Karena setiap orang memiliki taraf pemahaman yang beragam, sesuai dengan usia, kompetensi, dan latar belakang pendidikan.

Bengkel Sastra membahas hal-hal yang berhubungan dengan pemahaman dan penciptaan karya sastra. Baik dalam bentuk puisi, cerpen, pantun, maupun drama.

Seperti karya sastra dalam bentuk puisi. Retno mengungkapkan, selama berlangsungnya kegiatan, ada beberapa materi yang diberikan. Mulai dari proses kreatif menulis puisi, penerapan teknik penulisan puisi, praktik penulisan dan  pembacaan puisi, serta pengenalan musikalisasi puisi.

”Kami berharap guru dan siswa tidak hanya mengetahui teori terkait karya sastra, tetapi juga mampu menerapkan teori tersebut dengan turut menulis, membaca, dan menampilkannya dalam bentuk memusikalisasi puisi,” tegasnya.

Dengannya, peserta memiliki bekal untuk bisa berpartisipasi dalam lomba  musikalisasi puisi. Sebab tindak lanjut dari kegiatan ini, lomba musikalisasi puisi tingkat SMA se-NTB yang akan diadakan bulan ini oleh Kantor Bahasa NTB.

”Supaya ilmu yang didapatkan selama kegiatan ini, bisa terus berkembang,” pungkas Retno.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah (Loteng) H Lalu Idham Khalid menegaskan, Bengkel Sastra dapat mendukung program Merdeka Belajar. ”Kurikulum ini membuka ruang kreasi bagi guru dan siswa,” ujarnya.

Imam Safwan, narasumber Bengkel Sastra memaparkan materi tentang Proses Kreatif Penciptaan Puisi. Ia memberikan tips dan modal yang diperlukan untuk membuat puisi.

”Modal yang diperlukan oleh seorang penulis puisi adalah pengalaman, imajinasi, pengetahuan, dan keterampilan berbahasa,” ujarnya.

Pegiat sastra Syaiful Bahri juga memberikan materi terkait praktik baik pembacaan puisi dan musikalisasi puisi. Ia memaparkan tentang apa itu musikalisasi puisi yang menjadi program rutin Kantor Bahasa NTB.

Dia juga menjelaskan jenis-jenis musikalisasi puisi, dan jenis musikalisasi yang digunakan di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Yakni jenis musikalisasi puisi yang dilagukan secara utuh.

”Kami juga memberikan materi, terkait dengan teknik-teknik membaca puisi, yang langsung diisi dengan praktik membaca puisi oleh para peserta, baik guru dan siswa,” tegasnya. (yun/r9) Editor : Baiq Farida
#Bengkel Sastra #Kantor Bahasa NTB