Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KKN Unram Ubah Limbah Kakao Jadi Pupuk Organik di Dusun Paok Rempek

Administrator • Rabu, 1 Februari 2023 | 14:19 WIB
Mahasiswa KKN Unram memberikan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair dari limbah kakao di Dusun Paok Rempek, Desa Genggelang, Lombok Utara.
Mahasiswa KKN Unram memberikan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair dari limbah kakao di Dusun Paok Rempek, Desa Genggelang, Lombok Utara.
TANJUNG-Mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram) mengadakan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah kulit kakao di Dusun Paok Rempek, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Senin (23/1)

Kegiatan ini dilaksanakan di rumah ketua Kelompok Tani Wanita (KWT) Paok Rempek. Dihadiri warga serta dua Kelompok Tani Wanita (KWT), yang berjumlah lebih dari 40 orang.

Warga sangat antusias dengan upaya sosialisasi dari mahasiswa KKN Unram. Apalagi KWT di Paok Rempek membutuhkan juga pengetahuan maupun pelatihan terkait pengelolaan tanah, perawatan hingga pemupukan tanamanam.

Ketua KWT Paok Rempek Asminilia mengatakan, selama ini banyak warga yang hanya mengetahui bagaimana budidaya tanaman itu dari kebiasaan turun temurun. ”Kebetulan kelompok kami baru terbentuk, jadi masih butuh banyak pelatihan,” katanya.

Sosialisasi dan pembuatan POC dimaksudkan untuk menyiasati kelanggaan pupuk kimia untuk budidaya tanaman. Mahasiswa KKN Unram pun memilih bahan POC dari kakao disebabkan banyaknya limbah kakao di Desa Genggelang.

Masyarakat desa selama ini memanen buah kakao dua kali dalam sebulan. Dengan areal panen mencapai puluhan hektare. Sehingga menghasilkan limbah kakao yang tidak sedikit.

Tingginya jumlah timbunan limbah kulit kakao di Desa Genggelang tidak dibarengi dengan pengelolaan. Akibatnya, berpotensi menimbulkan dampak negatif, misalnya tempat berkembangbiak nyamuk pada musim hujan. Juga tempat tinggal sementara bagi hama dan penyakit tanaman.

Kepala Desa Genggelang Al-Maududi menyebut limbah kakao yang menumpuk merupakan salah satu permasalahan desa. Sehingga butuh pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga desa.

”Program sosialiasi untuk pupuk organik cair ini sangat dibutuhkan, agar bisa menyelesaikan masalah limbah kakao,” kata kades.

Selain bisa mengurangi timbunan limbah dari kakao, POC bertujuan juga untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Yang disebabkan dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam budidaya tanaman.

Tidak sampai di sana, masyarakat juga bisa mendapatkan sumber pendapatan tambahan. Dengan menjual POC dari hasil pengolahan limbah kakao. Apalagi proses pembuatannya sangat mudah.

Untuk membuat POC dari limbah kakao, dibutuhkan bahan utama berupa gula merah, EM4, dan air. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur bersama dengan air yang telah dipanaskan. Sebelum pencampuran bahan, kulit kakao yang telah disiapkan, lebih dulu dicuci dan dipotong dalam ukuran kecil.

Setelah bahan tercampur merata, masukkan ke dalam jeriken dan tutup hingga rapat. Simpan jeriken di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Diamkan selama dua minggu hingga tercium bau tape.

Untuk penggunaannya, saring bahan yang telah diolah dan campurkan ke dalam air. Takarannya, untuk 400 mililiter POC dicampur dengan 20 liter air. Gunakan POC dengan metode penyemprotan atau langsung siram ke media tanam. (dit) Editor : Administrator