Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sah, Adik Kandung Mahfud MD Jadi Profesor

Prihadi Zoldic • Minggu, 17 September 2023 | 19:13 WIB
Tangkapan layar IG Mahfud MD
Tangkapan layar IG Mahfud MD

 

LombokPost-Hari Sabtu kemarin, Mahfud MD sekeluarga berkumpul di Surabaya. Selain istri, anak, dan cucu, hadir pula adik-adik dan ibunya, Siti Khadijah dengan kursi rodanya di usia yang ke-94 tahun ini. "Alhamdulillah, kami menghadiri acara pengukuhan Prof Dr Siti Marwiyah, S.H., M.H sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Tata Negara pada Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya. Siti Marwiyah yang sehari-hari dipanggil Iyat adalah adik kandung saya, bungsu di keluarga kami," jelas Mahfud dalam unggahan akun IG miliknya.

Dia mengatakan, diminta ikut memberi sambutan mewakili keluarga. Dia lantas sampaikan dua pesan kepada adik saya yang kebetulan adalah Rektor Unitomo, juga kepada civitas akademika dan para tamu yang hadir.

"Pertama, adalah integritas moral," ujar Mahfud. Mendapat gelar guru besar itu tidak sulit, asal kita mau. Di bidang ilmu hukum itu yang terpenting bukan ilmunya, karena ilmu sekarang mudah sekali diakses di internet. Yang sulit itu membangun integritas moral.

Dia melanjutkan, sekarang di Indonesia banyak sekali sarjana hukum, tapi masalah hukum menjadi penyakit yang paling besar di Indonesia. Ujungnya hukum itu ada dua: selain memberikan kepastian bagi yang diatas (misalnya dunia usaha, investasi, dll), tapi juga memberikan perlindungan bagi yang di bawah (pihak yang lemah atau rakyat kebanyakan). Itu sebabnya, hukum harus ditegakkan. Bila hukum tegak dengan benar, separuh masalah bangsa akan selesai.

"Pesan kedua, jabatan adalah amanah," imbuh menkopolhukam.

Jangan memburu jabatan, jangan dikejar. Berkontestasi adalah sunnatullah, berkompetisi penting, tapi jangan kejar jabatan karena biasanya kalau berburu atau mengejar jabatan caranya bisa kotor, bisa menyuap, menteror, dan sebagainya. Allah tidak akan membantu dan besar kemungkinan anda akan gagal, tetapi manakala terima jabatan sebagai amanah, bukan karena meminta dan mengejar, maka akan didampingi Allah agar sukses dan selamat. (hiu)

Editor : Prihadi Zoldic
#menkopolhukam #Mahfud MD #profesor