Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pimpin IGI NTB, Istiqomah Dorong Gerakan Anti Kekerasan di Sekolah

Ali Rojai • Kamis, 16 November 2023 | 12:10 WIB
MUSWILUB: Para anggota IGI melaksanakan Muswilub pemilihan ketua IGI NTB di salah satu hotel di Kota Mataram, belum lama ini.
MUSWILUB: Para anggota IGI melaksanakan Muswilub pemilihan ketua IGI NTB di salah satu hotel di Kota Mataram, belum lama ini.

LombokPost--Pucuk pimpinan Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB berganti dari Ermawati ke Hj I Nengah Istiqomah.

Terpilihnya kepala SMAN 9 Mataram ini pada Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) IGI NTB.

“Ketua IGI NTB sebelumnya pindah ke struktural sehingga Muswilub untuk mencari ketua definitif,” kata Istiqomah.

Diutarakan, sebelum melaksanakan Muswilub terlebih dahulu pihaknya melakukan konsultasi dengan IGI Pusat. Dan dari pusat memberikan lampu hijau dengan syarat semua peserta terpenuhi. ”Dari arahan tersebut kita melakukan Muswilub,” terangnya.

Dia mengatakan, sebenarnya belum ada niatan memimpin IGI NTB. Ia melihat anggota IGI NTB banyak yang muda dan memiliki potensi sebagai ketua. Namun dorongan dari pengurus kabupaten/kota terus berdatangan. ”Ketua yang lama juga merekomendasikan ke saya,” akunya.

Istiqomah memenuhi syarat sebagai ketua. Ia sudah dua tahun ikut organisasi ini dan menjabat sebagai kabid Diklat IGI NTB. ”Dari persyaratan saya sudah memenuhi,” ujarnya.

Kini, ia memiliki tugas berat memimpin di NTB. Pertama ia akan melakukan musyarawah daerah (Musda) di Kota Mataram dan Lombok Timur untuk pemilihan ketua. ”Dua daerah ini ketua IGI-nya kosong. Kota Mataram sudah pensiun ketua IGI-nya, sedangkan Lombok Timur pindah ke struktural,” tuturnya.

Tak hanya itu, sebagai ketua IGI NTB ia akan menyosialisasikan gerakan anti kekerasan di sekolah. Ia ingin ada payung hukum yang bisa melindungi guru. ”Anak-anak di sekolah menjadi tanggung jawab guru. Kita sebagai guru tidak mungin mengajarkan anak hal yang jelek,” tuturnya.

Dia ingin IGI kabupaten/kota  melakukan sosialisasi gerakan anti kekerasan di sekolah. Dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kabupaten/kota dengan mengundang wali siswa dan tokoh masyarakat. ”Kami tidak ingin guru disalahkan jika ada masakah di sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#IGI NTB #pgri #kekerasan di sekolah