Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MAN 1 Lotim Ukir Prestasi di Lomba Inovasi Kemendikbudristek

Yuyun Kutari • Selasa, 28 November 2023 | 17:38 WIB
MEMBANGGAKAN: Fatina Nurhafiza (kiri) dan M Sidik Alburhan (kanan) yang tergabung dalam Tim KIR MAN 1 Lotim, mengikuti lomba inovasi Kemendikbudristek, Senin (27/11). (MAN 1 LOTIM FOR LOMBOK POST)
MEMBANGGAKAN: Fatina Nurhafiza (kiri) dan M Sidik Alburhan (kanan) yang tergabung dalam Tim KIR MAN 1 Lotim, mengikuti lomba inovasi Kemendikbudristek, Senin (27/11). (MAN 1 LOTIM FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Torehan prestasi tingkat nasional diraih siswa MAN 1 Lotim atas nama Fatina Nurhafiza siswa XII IPA 2 dan M Sidik Alburhan siswa XI Agama. Keduanya meraih juara II lomba inovasi, yang berlangsung di Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Kemendikbduristek di Jakarta, yang dadakan 25-27 November.

Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Lotim Bohari Muslim mengungkapkan, di ajang bergengsi ini, timnya mengangkat judul pemanfaatan buah jambu mete atau anacardium ocidentale, sebagai bioenatol. Guna mengatasi  ketergantungan bahan bakar fosil di Indonesia. ”Memasuki era yang serba modern ini, mendorong masyarakat untuk bergantung pada hal yang parktis dan efisien,” jelasnya, Senin (27/11).

Salah satunya pada transportasi. Ini menunjukkan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil masih sangat tinggi. ”Sehingga dibutuhkannya transisi energi untuk menjaga ketersediaanenergi masa mendatang. Seperti melalui energi baru terbarukan,” jelas dia.

Untuk mendukung upaya mengurangi ketergantungan bahan bakarfosil, salah satunya melalui bietanol. ”Kami di sini berinisiatif untuk membuat bioetanol dari buah jambu mete,” terangnya.

Tujuan penelitian tersebut, untuk mengetahui cara pembuatan bioetanol dari jambu mete. Juga untuk mengetahui persentase bioetanol yang dihasilkan dari jambu mete. ”Kami terlebih dulu melakukan proses pembuatan bioetanol jambu mete ini, melalui beberapa tahapan yakni fermentasi dan destilasi,” kata Bohari.  

Pada tahapan fermentasi, jambu mete seberat satu kilogram yang sudah diblender dicampur dengan ragi tape yang memiliki variasi yang berbeda. Yaitu tiga gram, enam gram, dan sembilan gram ragi tape. Selanjutnya didiamkan pada wadah tertutup selama enam hari pada suhu ruang. ”Hasil fermentasi akan disaring untuk memisahkan ampas dan ekstrak jambu mete,” jelasnya.

Pada tahapan destilasi esktrak jambu mete dipanaskan untuk memisahkan antara ampas air dengan bioetanol dengan suhu 75-78’C selama enam jam. Lebih lanjut, dari proses destilasi, penggunaan konsentrasi ragi tape sebanyak tiga gram menghasilkan bioetanol 135 mili liter.

Sedangkan pada wadah kedua yang menggunakan ragi tape enam gram menghasilkan 140 mili liter bioethanol. ”Pada wadah ketiga yang menggunakan ragi tape sembilan gram menghasilkan 165 mili liter,” tandasnya.

Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi anak didiknya. ”Sebagai bentuk kesyukuran kita, pihak madrasah juga akan memberikan reward uang tunai untuk motivasi siswa dan dewan guru,” jelasnya.

Ia berharap akan semakin banyak siawa MAN 1 Lotim berkompetisi dalam ajang bergengsi. ”Ini juga menjadi PR kami pihak madrasah untuk memfasilitas sekaligus mendukung talenta mereka, dan memberikan kesempatan pastinya untuk mengikuti kompetisi bergengsi lainnya,” pungkas kepala madrasah. (yun/r9/*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#prestasi #MAN 1 Lotim