LombokPost-SMPN 15 Mataram mempersiapkan siswanya mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dengan melakuan seleksi di sekolah. ”Pembina masing-masing ekskul (ekstrakurikuler) akan melakukan seleksi kepada siswa yang akan ikut ajang OSN dan O2SN,” kata Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani.
Kamis (11/1), pihaknya melakukan rapat kordinasi dengan pembina dan pelatih ekskul. Dalam rapat tersebut semua pembina ekskul hadir kecuali akskul karate. ”Kebetulan hari ini (Kemarin, Red) pembina ekskul karate ada rapat makanya tidak bisa hadir,” tutur perempuan berjilbab ini.
Dari hasil rapat tersebut, para pembina ekskul akan melakukan seleksi di sekolah kepada siswa yang akan ikut OSN dan O2SN tingkat kota. Lomba yang akan diikuti siswa mengacu pada ajang yang diadakan Kemendikbudristek. Seperti OSN bidang IPA, IPS, dan Matematika. Sedangkan O2SN ada cabang olahraga renang, bulutangkis, pencak silat, atletik, dan karate. ”Masing-masing pembina akan membuat jadwal seleksi, ada juga ekskul yang sudah melakukan seleksi seperti ekskul karate,” kata Sri, sapaan karibnya.
Dia tidak ingin ada penunjukkan langsung di sekolah terkait siswa yang akan ikut OSN dan O2SN tingkat kota. Karena setiap ekskul banyak peminatnya dan siswa harus seleksi di sekolah. ”Jadi kita ingin siswa yang lolos seleksi yang mewakili sekolah pada lomba ini,” jelasnya.
Selain itu, dalam rapat kordinasi tersebut pihak sekolah juga akan mendata siswa yang ikut ekskul ini apakah juga latihan di luar sekolah. ”Seperti ekskul karate apakah ada siswa memiliki klub diluar atau tidak,” tuturnya.
Meski demikian ia meminta agar pembina mengutamakan persyaratan. Jangan sampai siswa gagal ikut lomba karena gugur di persyaratan. ”Kita sudah minta agar KK siswa yang lolos seleksi dikumpulkan. Sesuai juknis maksimal siswa lahir tahun 2009. Jadi usianya maksimal 16 tahun,” pungkasnya.
Yoga Mayartha, seorang guru setempat menambahkan, ekskul yang dilaksanakan siswa di Spenlibels sebutan SMPN 15 Mararam dilaksanakan satu minggu sekali. Pembina ekskul tidak hanya dari sekolah, namun juga dari luar. ”Pembina ekskul karate didatangkan dari luar,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida