LombokPost-Desa pandan duri desa yang sebagian besar penduduk dengan mata pencaharian petani dan peternak. Hal inilah yang mendasari KKN PMD Universitas Mataram melaksanakan program pengabdian masyarakat di salah satu desa yang berada di Lombok Timur tersebut.
”Kami ingin memberikan pelatihan dan praktek pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik sehingga dapat meningkatkan produksi petani,” ujar Dosen Fakultas Pertanian Unram, I Gusti Made Kusnarta.
Made menjelaskan, sektor peternakan dan pertanian bisa berjalan selaras. Banyak hal yang dihasilkan sektor peternakan bisa dimanfaatkan untuk pertanian masyarakat. Salah satunya limbah kotoran ternak. Sehingga perlu adanya industry pengelolaan pupuk organik
industri pengelolaan pupuk organik memiliki prospek sangat baik guna memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi lahan pertanian. Manfaat pengelolaan limbah peternakan menjadi pupuk organik adalah memperbaiki unsur tanah menjadi subur.
Mikroba dapat menguraikan bahan-bahan organik yang terkandung di dalam pupuk dan tanah, mengurangi kandungan racun yang terkandung dalam hasil panen pertanian, tanah menjadi gembur dan subur. ”Dampaknya produksi tanaman petani bisa meningkat,” cetusnya.
Limbah kotoran ternak yang dihasilkan untuk membeli pupuk juga relatif besar. Karena itulah pelaksanaan program KKN ini dapat memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik dengan bahan dasar kotoran ternak. Kegiatan penyuluhan dan praktek pelatihan pengolahan limbah kotoran ternak sebagai peningkatan produksi tanaman.
”Hasil pengolahan limbah kotoran yang baik inilah yang diharapkan dapat diaplikasikan petani dan lahan pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN PMD Unram, Hasbi Muliadi menjelaskan, praktek pengolahan limbah ternak di setiap dusun yang ada di Desa Pandan Duri mulai dilaksanakan 10-18 Januari .
Selain itu juga Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembuatan pakan ternak silase dan HAY. Tujuannya untuk mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian. ”Pakan ternak lebih efisien. Memiliki daya simpan lebih lama, sehingga dapat dimanfaatkan saat musim kemarau panjang,” katanya.
”Selain itu pakan jenis ini bisa meningkatkan kandungan gizi pakan, memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan selera makan, sehingga mempercepat penambahan bobot pada ternak penggemukan,” tutupnya. (puj/r12)
Editor : Pujo Nugroho