Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lulusan SMK Jadi Penyumbang Pengangguran, Dinilai karena Dana BOS Minim

Ali Rojai • Selasa, 30 Januari 2024 | 12:15 WIB
M Khairul Ihwan. (DOK/LOMBOK POST)
M Khairul Ihwan. (DOK/LOMBOK POST)

LombokPost-Minimnya jumlah dana bantuan operasional (BOS) di SMK diyakini menjadi pemicu pengangguran bertambah di NTB.

”Bagaimana anak-anak memiliki skill kalau jarang praktik,” kata Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB M Khairul Ihwan.

Diutarakan, jumlah dana BOS di SMK dinilai minim yaitu per anak dihitung Rp 1,7 juta per tahun.

Bantuan ini tidak hanya untuk biaya operasional saja, namun juga untuk gaji guru honor.

”Siswa jarang praktik karena tidak ada anggaran,” tuturnya.

Padahal saat praktik membutuhkan biaya, misalnya untuk membuat jajan membutuhkan biaya agar diketahui kualitas dari makanan itu sendiri.

”Belum lagi kalau jurusan pengelasan tentu membutuhkan besi. Sekarang harga besi mahal,” jelasnya.

Menurutnya, banyaknya lulusan SMK menjadi penyumbang pengangguran di NTB karena tidak memilliki keterampilan.

Mereka jarang melakukan praktik untuk mengasah kemampuannya.

”Yang namanya SMK harusnya lebih banyak praktik,” tegasnya.

Dia tidak heran jika lulusan SMK banyak bekerja tidak sesuai jurusan di sekolah, seperti jurusan listrik bekerja sebagai pelayan toko karena tidak memiliki keterampilan.

”Lalu bagaimana dengan sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 200 orang. Tentu BOS lebih sedikit dibandingkan sekolah besar. Bagaimana mau praktik kalau dananya minim,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#pengangguran #smk #dana #bos