LombokPost-SDN 2 Kuripan Utara menjadi salah satu sekolah yang konsisten memperkenalkan budaya dan tradisi masyarakat kepada para murid melalui program Sabtu Budaya.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter mulia, memiliki rasa cinta, kepedulian, dan bangga dengan budayanya sendiri.
”Sekarang ini banyak anak-anak yang tidak tahu permainan tradisional,” kata Kepala SDN 2 Kuripan Utara Munarah.
Diutarakan, sejumlah permainan tradisonal dikenalkan kepada murid melalui program Sabtu Budaya, seperti permainan congklak, selodor, hingga permainan benteng.
”Sejumlah permainan tradisional kita kenalkan ke anak-anak. Permainan tradisional ini untuk mendidik dan mengasah kreativitas anak-anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama,” tuturnya.
Menurutnya, budaya sebagai sebuah identitas suatu daerah tidak hanya dilestarikan oleh masyarakat, namun juga akan membentuk karakter murid.
”Program Sabtu Budaya ini beda-beda setiap minggunya. Sekarang permainan tradisional, besoknya kesenian tradisional,” ujarnya.
Selain itu, setiap satu bulan sekali guru dan murid menggunakan pakaian adat pada program Sabtu Budaya.
Selain pakaian adat kata dia, pihak sekolah melaksanakan kegiatan yang bernuansa tradisional dalam merawat tradisi yang tumbuh ditengah masyarakat.
”Kita juga ada begibung (makan bersama) di sekolah,” ucapnya.
Permainan congklak yang dikenalkan kepada murid merupakan permainan tradisional yang menjadi warisan budaya di Indonesia.
Biasanya dalam permainan congklak digunakan cangkang kerang, biji-bijian atau batu-batu kecil sebagai biji congklak.
Permainan ini akan melatih kejujuran dan kesabaran karena pemain akan menunggu giliran bermain.
Termasuk, saat permainan selesai tidak ada pihak yang bertikai mempermasalahkan menang atau kalah.
”Anak-anak biasanya menyelesaikan permainan dengan senang dan menerima,” ujarnya.
Nasruddin, seorang pembina Sabtu Budaya SDN 2 Kuripan Utara menuturkan, permainan tradisional yang dilakukan murid untuk menghidupkan kembali permainan tradisional.
”Rata-rata anak sekarang tidak tahu permainan tradisional,” ucapnya.
Untuk itu, Sabtu Budaya sebagai wadah memperkenalkan tradisi dan permainan tradisional di sekolah.
”Kami di sini menghidupkan kembali kearifan lokal pada program Sabtu Budaya,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida