LombokPost-Guru SDN 33 Mataram menggelar perayaan lebaran ketupat (topat) di sekolah setempat, Rabu (17/4).
Perayaan tersebut dilakukan guna mempererat kebersamaan dan kekompakan antarguru di lingkungan sekolah tersebut.
Kegiatan yang merupakan tradisi tahunan masyarakat suku Sasak di Lombok ini berlangsung secara sederhana.
Dihadiri seluruh guru dan staf lingkup SDN 33 Mataram.
Kepala SDN 33 Mataram Samsul Huda menuturkan, perayaan lebaran topat merupakan bagian dari menghidupkan tradisi baik dari adat budaya masyarakat Sasak Lombok.
”Ini bisa menjadi wadah membangun kebersamaan antarguru tanpa ada sekat di antara mereka. Perbedaan suku bisa dipersatukan dalam momen kebahagiaan perayaan lebaran topat,” jelas Huda, sapaan karibnya.
Menurutnya, perayaan lebaran topat bukan hanya sebatas berkumpul makan ketupat dan kunjungan ke daerah wisata.
Melainkan harus menghadirkan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, kepedulian antarsesama, hingga semangat persatuan dalam membangun daerah.
”Terutama dalam konteks pendidikan bagaimana membangun pendidikan yang berbasis nilai luhur adat budaya yang baik yang selama ini kita kenal dan diajarkan oleh para leluhur kita,” pungkasnya.
Supardi, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 33 Mataram mengatakan baru kali pertama merayakan lebaran topat di sekolah.
”Biasanya saya merayakan di rumah bersama keluarga atau ke makam para wali yang berada di Lombok, tumben tahun ini di sekolah,” ujar pria Batujai Lombok Tengah ini.
Ia menyambut baik jika tradisi lebaran topat ini dilaksanakan di lingkungan sekolah oleh guru dan murid.
Karena bisa menjadi penguatan terhadap nilai-nilai positif dari perayaan itu sendiri.
Menurutnya, kegiatan ini cukup bagus dan bisa menjadi kegiatan rutin tahunan di sekolah.
Sehingga guru dan murid juga dapat mengenal tentang makna dan nilai perayaan lebaran topat yang selama ini terkesan hanya kumpul makan ketupat.
”Jangan sampai kita tak paham asal usul maksud dari perayaan dilakukan secara turun temurun oleh orang tua dan masyarakat kita di Lombok ini,” ucapnya.
Dia ingin lebaran topat perlu digalakkan di lingkungan pendidikan sebagai edukasi tentang tradisi dan budaya daerah. Ini penting dipahami secara utuh oleh generasi muda.
”Murid harus tahu asal usul lebaran ketupat ini,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida