LombokPost--Kecelakaan yang melibatkan bus study tour sekolah di Subang, Jawa Barat membuat sejumlah sekolah memperketat peraturan.
Seperti SMKPPN Mataram enggan melakukan study tour atau pelepasan siswa kelas akhir ke luar daerah.
”Siswa kami sudah PKL (praktik kerja lapangan) di Jawa. Jadi tidak perlu lagi study tour ke Jawa,” kata Kepala SMKPNN Mataram Sugiarta.
Diutarakan, sebelum ada pengumuman kelulusan para siswa sudah sering bertemu.
Bahkan kerap membuat kegiatan di sekolah.
Sehingga tidak perlu lagi ada kegiatan atau acara setelah kelulusan.
”Di sini kita bangun sistem kekeluargaan. Sekolah ini kompak bagaimana mengembangkan potensi diri di sekolah. Tidak melakukan konvoi,” ujar Sugi, sapaan karibnya.
Ia memfasilitasi siswa melaksanakan kegiatan di sekolah. Bahkan anak-anak urunan untuk mengadakan kegiatan.
”Semua kegiatan di sekolah dari siswa untuk siswa karena tidak ada pembayaran BPP (biaya penyelenggara pendidikan),” cetusnya.
Ia menyebutkan, setiap ada kegiatan di sekolah melibatkan wali siswa. Sehingga orang tua tahu kegiatan yang dilaksanakan anak-anaknya.
”Kalau study tour bagi siswa kelas XII sekarang tidak penting. Sebab, siswa kami sudah PKL di Jawa,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida