Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akademisi UIN Mataram Paparkan Implementing Eco-friendly Masjid: Experiential and Experimental Perspectives di ISIM 2024

Yuyun Kutari • Rabu, 2 Oktober 2024 | 12:26 WIB
Dosen UIN Mataram Suparman Jayadi (kiri) bersama Prof. Anna M. Gade dari University of Wisconsin-Madison, United States of America, di ISIM 2024 yang digelar di Solo, Jateng, Rabu (2/10)
Dosen UIN Mataram Suparman Jayadi (kiri) bersama Prof. Anna M. Gade dari University of Wisconsin-Madison, United States of America, di ISIM 2024 yang digelar di Solo, Jateng, Rabu (2/10)

LombokPost-Pengembangan konsep masjid ramah lingkungan di kawasan pariwisata, terus menjadi perhatian dari berbagai kalangan, termasuk dari perguruan tinggi.

Untuk membahas topik tersebut, Akademisi UIN Mataram Suparman Jayadi hadir di International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) 2024.

Acara ini digelar oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag RI, dengan menggandeng Masjid Istiqlal Jakarta dan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, berlangsung di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), 1-3 Oktober 2024.

“Simposium internasional ini bertujuan untuk menggali potensi dan inovasi masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Suparman Jayadi, Rabu (2/10).

Di simposium tersebut, Suparman tidak hanya hadir, tetapi juga turut mempresentasikan Eco-friendly Mosque, Climate Change, and Future Generation, bersama 50 lebih akademisi, peneliti dan aktivis masjid lainnya dari berbagai negara yang membahas tentang inovasi masjid ramah lingkungan.

Pada kesempatan itu, Suparman mempresentasikan mengenai Nurul Bilad Mosque: Implementing Eco-Friendly Concepts in The Mandalika Special Economic Zone (SEZ) Tourism Area. Ia menyoroti pentingnya implementasi konsep ramah lingkungan di Masjid Nurul Bilad yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB.

“Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai contoh penerapan prinsip-prinsip arsitektur hijau di kawasan wisata,” jelas Dosen Sosiologi Agama UIN Mataram tersebut.

Dalam penelitiannya, Masjid Nurul Bilad menggunakan beberapa elemen keberlanjutan yang signifikan. Seperti material ramah lingkungan.

Artinya masjid tersebut menggunakan bahan bangunan yang rendah emisi karbon, serta material lokal yang mengurangi jejak karbon dari proses transportasi.

Efisiensi energi. Menurutnya, sistem pencahayaan memanfaatkan sinar matahari secara optimal, sementara sistem ventilasi alami meminimalisir penggunaan pendingin udara.

“Tak kalah pentingnya, ada integrasi dengan alam, bahwa desain masjid mempertimbangkan lanskap alam di sekitarnya, memungkinkan harmoni antara struktur buatan dan lingkungan alam,” ujarnya.

Melalui pembahasan inovasi yang ada di Masjid Nurul Bilad, ini menunjukkan bahwa akademisi UIN Mataram mendukung pembangunan berkelanjutan di KEK Mandalika, yang saat ini menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia.

“Konsep eco-friendly yang diterapkan di Masjid Nurul Bilad mencakup pemanfaatan energi terbarukan, serta material bangunan yang ramah lingkungan, sangat bagus untuk kedepannya,” tandasnya.

Plt Direktur Urusan Agama Islam Kemenag RI Ahmad Zayadi mengatakan masjid harus menjadi pusat peradaban yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan global, termasuk isu perubahan iklim.

“Saat ini, masjid harus menjadi contoh nyata dari kepedulian lingkungan dan keberlanjutan. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya.

Simposium ISIM 2024 ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, Kakanwil Kementerian agama RI se-indonesia, komunitas takmir masjid dan peserta dari berbagai negara.

Forum internasional ini, diharapkan dapat mengimplementasikan konsep masjid ramah lingkungan di Indonesia dalam merespon isu-isu global mengenai perubahan iklim dan tantangan yang dihadapi generasi mendatang. (yun)

 

 

 

 

 

Editor : Marthadi
#uin mataram #masjid #masjid istiqlal jakarta #Kemenag #KEK Mandalika #masjid ramah lingkungan