Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ummat Terapkan TTG Pada Pengolahan Minyak Kelapa dan Biogas di Desa Taman Sari

Yuyun Kutari • Rabu, 9 Oktober 2024 | 09:13 WIB
BANTU MASYARAKAT: Tim PKM UMMAT sosialisasi penerapan TTG untuk KWT Flora Barokah, di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (6/10).
BANTU MASYARAKAT: Tim PKM UMMAT sosialisasi penerapan TTG untuk KWT Flora Barokah, di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (6/10).

LombokPost-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) Flora Barokah.

KWT itu berada di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Mereka dibantu mengelola kelapa menggunakan teknologi.

Ketua Tim PKM Ummat Muanah mengatakan, kelapa merupakan salah satu hasil perkebunan terbesar Desa Taman Sari.

Komoditas ini hanya diolah menjadi minyak, dan sisanya dipasarkan dengan harga yang cukup murah.

”Seperti itu kenyataan di lapangan,” terangnya, Selasa (8/10).

Untuk mendapat solusi tepat atas persoalan tersebut, Muanah dan dua anggota Tim PKM Ummat, dosen Faperta Hj Marianah dan dosen FKIP Ummat Dr Ilham melakukan kunjungan langsung ke KWT Flora Barokah.

Mereka menanyakan permasalahan yang dihadapi saat ini dan mengapa proses produksi tidak seaktif dulu.

”Kami mendapatkan pengakuan bahwa mereka mengalamai beberapa kendala. Semua tahapan masih dilakukan secara taradisional atau manual sehingga membutuhkan waktu lama dan banyak tenaga,” jelas dia.

Kendala lain yang dihadapi terkait limbah yang mengganggu lingkungan sekitar terutama air dan ampas perasan kelapa.

Setelah mendengarkan uraian permasalahan tersebut, Tim PKM Ummat menawarkan penerapan Teknologin Tepat Guna (TTG). Juga pengolahan limbahnya menjadi energi alternatif yakni biogas.

TTG yang diterapkan berdasarkan kesepakatan bersama ada tiga teknologi. Pertama, pengupasan dengan menggunakan mata taji menggantikan pisau.

”Hasil penerapan yang sudah dilakukan pada tanggal 9 Oktober  membuktikan, dengan menggunakan pisau pada satu buah kelapa membutuhkan waktu empat menit. Sedangkan dengan mata taji hanya 16 detik,” terang dia.

TTG kedua, menerapkan mesin parut dengan kapasitas tinggi. Sebelumnya KWT Flora Barokah menggunakan mesin parut skala rumah tangga.

Mesin jenis ini kerap bermasalah sehingga proses pemarutan membutuhkan waktu yang cukup lama.

TTG yang terakhir adalah alat peras santan. Sebelumnya mereka mengandalkan kekuatan tangan, sehingga banyak santan yang terbuang.

”Mudah-mudahan dengan kita hadirkan TTG di masyarakat, bisa mendapatkan hasil minyak kelapa yang maksimal,” ujar Muanah.

Selain TTG, Tim PKM Ummat juga membantu KWT Flora Barokah dalam pengolahan minyak kelapa, terutama tahapan penting di proses pemanasan.

Proses ini ternyata dilakukan cukup lama dan menggunakan kayu bakar.

”Pada tahap ini juga sangat dikeluhkan tim KWT, selain diaduk terus menerus juga capek dengan asap kayu,” jelas dia.

Maka solusi pengolahan limbah minyak kelapa di konversi menjadi biogas.

Adapun biogas yang diterapkan yaitu model Fixed Dome, yang dibuat permanen berukuran 4x3 meter.

Pengolahan limbah ini dianggap sangat efektif, karena biogas yang dihasilkan dapat dialirkan menuju ruang produksi pengolahan minyak kelapa.

Sehingga KWT Flora Barokah tidak lagi menggunakan kayu, proses pengadukan lebih nyaman, minyak goreng yang dihasil higienis, terhindar dari asap dan debu dari tungku.

Hadirnya solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, tidak terkepas dari dukungan pemerintah. Karenanya, Tim PKM Faperta Ummat mengucapkan terima kasih Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Tahun 2024.

”Terima kasih sudah udah mendanai kegiatan kami, dan dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim dosen dan mahasiswa Ummat yang terlibat,” tandasnya.

Ketua KWT Flora Barokah Zakiah mengungkapkan apresiasi kepada Tim PKM Faperta Ummat.

”Kami awalnya kebingungan, bagaimana caranya supaya produksi meningkat, tapi sekarang sudah ada jawabanya, terima kasih Ummat,” ujarnya. (yun/r9/*)

Editor : Kimda Farida
#Mahasiswa #Pengabdian kepada masyarakat #Lombok Barat #dosen #Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)