Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram Bantu Tingkatkan Kualitas Produksi Budidaya Rumput Laut Warga di KEK Mandalika

Ali Rojai • Jumat, 11 Oktober 2024 | 12:51 WIB
PENGABDIAN: Peneliti Unram bersama pembudi daya rumput laut pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pantai Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, belum lama ini.
PENGABDIAN: Peneliti Unram bersama pembudi daya rumput laut pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pantai Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, belum lama ini.

LombokPost-Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dengan luas sekitar 1.250 hektare, kawasan ini juga dilengkapi dengan pembangunan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Gerupuk merupakan kawasan pesisir dengan potensi perairan seluas 339,768 hektare.

Dari luas total tersebut, 227,646 hektare atau 67 persen dianggap cocok untuk pengembangan budi daya rumput laut dan kerapu.

Di antara area tersebut, 60,343 hektare atau 30 persen sangat cocok untuk budi daya rumput laut. 

Namun, produksi rumput laut di Teluk Gerupuk menunjukkan fluktuasi cukup signifikan.

Pengembangan budi daya rumput laut di Lombok Tengah sejatinya tersebar di empat kecamatan, yakni, Kecamatan Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Kecamatan Praya Timur. 

Kecamatan Pujut mencakup wilayah Teluk Gerupuk memiliki potensi terbesar.

Di Teluk Gerupuk, jenis rumput laut dibudidayakan kappaphycus alvarezii dengan karakteristik perairan yang memiliki gerakan air yang cukup besar dan kedalaman lebih dari 10 meter.

Para pembudi daya di kawasan ini menggunakan metode rawai (long line) dengan ukuran unit 50 meter x 50 meter. 

”Secara administratif, Gerupuk merupakan dusun di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah,” ujar Peneliti Universitas Mataram (Unram) Dr Nunik Cokrowati.

Sebagai ketua, dia memiliki anggota Dr Endah Wahyuningsih dan Dr Salnida Yuniarti Lumbessy.

Mereka bekerja melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat ruang lingkup pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa.

”Dananya dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” jelasnya. 

Guna meningkatkan produksi rumput laut di Dusun Gerupuk, pembuatan produk oleh-oleh rengginang rumput laut dan penanaman pohon mangrove dilakukan.

Sasarannya dua kelompok pembudi daya rumput laut, yakni Pemuda Bahari dan Pilo Hati.

Dr Nunik Cokrowati mengatakan, dua kelompok pembudidaya rumput laut menghadapi penurunan produksi selama cuaca ekstrem dengan hasil hanya berupa rumput laut kering dan tanpa produk lain.

Selain itu, luas mangrove menurun akibat penimbunan pantai dan penebangan liar.

Solusi yang diusulkan meliputi teknologi budidaya rumput laut, pembuatan rengginang rumput laut, dan penanaman mangrove.

Ia membuat demplot budi daya rumput laut dilakukan bersama tim platform merdeka mengajar (PMM), mahasiswa, dan pembudidaya rumput laut.

Demplot rumput laut dilakukan dengan menggunakan metode longline. patok dasar dan rakit apung.

”Jenis rumput laut yang ditanam ini sargassum  dan kappaphycus alvarezii,” ujar Nunik.

Pembudidaya terlibat dalam setiap tahapan kegiatan ini, seperti melakukan budidaya rumput laut dari awal penanaman, pemeliharaan, hingga panen.

Pada kegiatan budi daya rumput laut, pembudi daya menyediakan lokasi budi daya.

Perahu untuk pengontrolan rumput laut yang dibudidayakan dan tenaga untuk pengontrolan rumput laut. 

Baca Juga: Batik KarnavAll, Pullman Lombok Kenalkan Busana Tenun

Mitra merupakan peserta penanaman mangrove dan melakukan monitoring setelah penanaman hingga pasca penanaman.

Pada kegiatan pembuatan oleh-oleh berbahan rumput laut, mitra berpartisipasi sebagai peserta pelatihan. 

Mitra menyediakan tempat pelatihan dan rumput laut sebagai bahan yang akan diolah sebagai produk oleh-oleh berbahan rumput laut.

”Terima kasih kepada DRTPM Kemendikbudristek yang telah mendanai kegiatan pelatihan pembuatan rengginang rumput laut diadakan untuk ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di Dusun Gerupuk,” ujar Nunik.

Selain itu lanjut dia, penanaman mangrove dilakukan oleh tim kegiatan, masyarakat, dan civitas akademika Unram di pantai Dusun Gerupuk dan Ebangah.

Kegiatan peningkatan kemandirian ekonomi pembudi daya rumput laut melalui peningkatan produksi.

Pembuatan oleh-oleh berbahan rumput laut. Serta perbaikan kualitas lingkungan memiliki manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan institusi. 

Bagi masyarakat kata Nunik, inisiatif ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong inovasi dalam pengolahan produk lokal.

Sehingga memperkuat ketahanan ekonomi di daerah pesisir. 

Bagi institusi, kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan masyarakat.

Mendukung pengembangan program keberlanjutan dan meningkatkan reputasi sebagai lembaga yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan lingkungan berkelanjutan. 

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat. Tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

”Melalui program ini, Unram melakukan transfer teknologi yang dihasilkan tim PPM. Serta memperkuat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, teknologi budi daya rumput laut diterapkan ini dapat meningkatkan produksi rumput laut Dusun Gerupuk.

Rengginang rumput laut dapat dijadikan sebagai oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Gerupuk.

Penanaman 2000 pohon mangrove yang telah dilakukan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perairan pantai Gerupuk. (jay/r9/*)

 

Editor : Kimda Farida
#Universitas Mataram #rumput laut #KEK Mandalika