Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gebyar GSS SMPN 17 Mataram, Wujudkan Generasi Bebas Stunting, Sehat, dan Berkarakter

Ali Rojai • Rabu, 20 November 2024 | 18:15 WIB

 

GEBYAR GSS: Siswa SMPN 17 Mataram sarapan bersama pada Gebyar GSS di sekolah setempat, Sabtu (16/11) lalu. ROJAI/LOMBOK POST
GEBYAR GSS: Siswa SMPN 17 Mataram sarapan bersama pada Gebyar GSS di sekolah setempat, Sabtu (16/11) lalu. ROJAI/LOMBOK POST

LombokPost-Gebyar Gerakan Sekolah Sehat diadakan di SMPN 17 Mataram, Sabtu (16/11) lalu.

Kegiatan ini mengangkat tema Nutrisi Seimbang untuk Prestasi Optimal, Bergerak Bersama Wujudkan Generasi Bebas Stunting, Sehat, Kuat, Cerdas, dan Berkarakter.

“Kami salah satu sekolah binaan jenjang SMP untuk GSS dari Kemendikbudristek,” kata Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati.

Hadir pada Gebyar GSS di Spentubels sebutan SMPN 17 Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB Katman, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kota Mataram Nauval Aldian, Plt Camat Sekarbela Cahya Samudra, wali siswa, dan tamu undangan lainnya.

Diutarakan, GSS dilaunching Mei lalu dan tindak lanjutnya sampai Sabtu (16/11) lalu.

“Sudah ada evaluasi dan implementasi GSS ini,” tutur Tatik, sapaan karibnya.

GSS tujuannya untuk memberikan edukasi ke siswa dan wali siswa. Pada implementasi GSS pihaknya menerapkan lima sehat.

Mulai dari sehat gizi, fisik, imunisasi, jiwa, dan sehat lingkungan.

Pada Gebyar GSS pihaknya menyuguhkan lima sehat dalam sebuah drama musikal.

Lalu dilanjutkan parade lima sehat yang diterapkan sekolah yang lokasinya di Jempong ini.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, BPMP NTB bertanggung jawab pada program Kemendikbudristek ini dan kami mendapat apresiasi,” ucap perempuan berjilbab ini.

Diakuinya, program GSS dilaksanakan dengan baik dan mendapat dukungan dari Disdik Kota Mataram dan pihak kecamatan.

Implementasi GSS dilaksanakan dengan baik.

Pertama sehat gizi dengan melaksanakan Saber (sarapan bersama) setiap Jumat setelah kegiatan Imtak (iman dan takwa).

Pada Saber ada edukasi gizi dan mendesain menu oleh tim.

Pada Saber dilihat menu makanan dibawa anak-anak.

“Ada edukasi dari menu yang dibawa, baik itu kandungan maupun manfaatnya,” ujarnya.

Kedua lanjut dia, sehat fisik dengan melaksanakan olahraga, ice breaking di kelas.

Selain itu, siswa juga diajak jalan santai ke Pantai Mapak sembari memungut sampah.

“Kami juga ada tes kebugaran,” ucapnya.

Ketiga, sehat imunisasi yang sudah dilaksanakan siswa sejak duduk dibangku SD. Sekolah melakukan pendataan terkait imunisasi yang belum dilakukan siswa.

Di samping itu, ada tes kesehatan meliputi tes hemoglobin, tinggi badan, dan tes berat badan dilakukan puskesmas.

“Kami juga memberikan TTD (Tablet Tambah Darah) bagi siswi,” terangnya.

Keempat, sehat jiwa dengan melakukan bimbingan konseling bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain).

Ada juga penyuluhan mencegah pernikahan dini dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram.

Serta penggunaan sepeda motor yang baik dari pihak kepolisian.

Kelima, sehat lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Pihaknya membuat program gerakan sepuluh menit memungut sampah, sosialisasi MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

“Kami juga mengolah sampah yang dihasilkan kantin menjadi paving block,” tandasnya.

Ia berharap pembiasaan baik pada GSS bisa dibawa ke lingkungan tempat tinggal.

Karena kegiatan ini tidak hanya diterapkan di sekolah, namun kebiasaan ini dibawa ke lingkungan tempat tinggal siswa.

“Pembiasaan buang sampah pada tempatnya bisa dilakukan di lingkungan tempat tinggal,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#gss #dukungan #sarapan #apresiasi #Mataram #Sosialisasi #SMPN