Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Stunting di Desa Merembu, FKIK Unram Beri Pelatihan Pembuatan Pangan Olahan Daun Kelor

Hamdani Wathoni • Kamis, 12 Desember 2024 | 11:14 WIB
CEGAH STUNTING: Tim dari Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unram menggelar pelatihan pembuatan pangan fungsional olahan daun kelor di Desa Merembu.
CEGAH STUNTING: Tim dari Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unram menggelar pelatihan pembuatan pangan fungsional olahan daun kelor di Desa Merembu.

LombokPost - Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram menggelar pelatihan pembuatan pangan fungsional olahan daun kelor.

Kegiatan yang mendapatkan dukungan Hibah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNRAM diberikan bagi kader Desa Merembu, Kecamatan Labuapi Lombok Barat. 

“Pelatihan bagi kader ini karena mereka sebagai mitra apoteker dalam Menurunkan angka kejadian Stunting di Desa Merembu,” jelas Ketua Tim Pelaksana Apt. Eskarani Tri Pratiwi kepada Lombok Post.

Kegiatan ini diikuti sekitar 20 Kader kesehatan di Desa Merembu. Selain Apt Eskarani, tim juga terdiri dari anggota dosen  Apt Wahida Hajrin, M.Pharm. Sci, Apt Sucilawaty Ridwan, M.Si, dan Apt Windah Anugrah Subaidah, M.Si.

Termasuk Wayan Cintya Ganes Budastra, S.Farm., M.Pharm.Sci yang merupakan dosen Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram. 

Sementara dari anggota mahasiswa ada Muhammad Dimas Arzy Baiq Mufida Lisya Fatiha, Aliza Salsabila Ramadhani, Early Windari Suhayatman, Laili Aurelia, Rizma Kurniawati Yuningsih, Dinda Ayu Maulira, dan Baiq Dwiyan Nugrahani. 

Eskarani menjelaskan jika stunting merupakan masalah utama dalam sustainable Development Goals yang disebabkan oleh malnutrisi.

Kondisi ini ditandai oleh pertumbuhan berat dan tinggi badan yang tidak optimal dan dapat mengakibatkan rendahnya kesehatan fisik serta kemampuan kognitif jangka panjang. 

Pencegahan stunting menjadi agenda penting dalam pembangunan sumber daya manusia, dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan anak, dari masa kehamilan hingga usia dua tahun, untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi. Beberapa faktor berkontribusi terhadap penurunan asupan gizi.

“Maka dari itu, Program Studi Farmasi UNRAM mengadakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan terkait pentingnya konsumsi konsumsi makanan sehat sebagai langkah pencegahan stunting,” jelasnya. 

Sementara Kepala Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi  Apt. Windah Anugrah Subaidah, M.Si menjelaskan jika pelatihan ini sudah dipersiapkan dengan baik oleh tim.

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini bisa terselenggara di Desa Merembu, Kabupaten Lombok Barat mudah-mudahan bisa bermanfaat,” kata Dosen Farmasetika Farmasi UNRAM tersebut.

Sementara Sekretaris Desa Merembu Khaufi Ma'sum juga mengucapkan terima kasih kepada Farmasi UNRAM karena sudah bersedia melaksanakan kegiatan di desanya.

“Materi mengenai stunting ini sangat penting, terlebih banyak kasus anak-anak yang mengalami stunting karena ketidaktahuan masyarakat terutama ibu-ibu hamil, ibu dengan anak balita dan remaja tentang asupan makanan sehat,” katanya. 

Diharapkan setelah para kader mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dapat memberikan informasi kepada masyarakat sekitar.

“Semoga kasus stunting dapat diminimalisir, masyarakat juga dapat memanfaatkan jenis tanaman untuk dijadikan pangan fungsional yang tidak kalah banyak nutrisinya,” tambahnya. 

Dalam acara ini, penyampaian materi disampaikan Apt. Eskarani Tri Pratiwi, S.Farm., M.S.Farm.

Dalam paparannya, dia menjelaskan jika kejadian stunting masih tinggi dikarenakan kurangnya pengetahuan akan langkah-langkah pencegahan dan pola hidup masyarakat yang masih kurang sehat. 

Dia menjelaskan jika stunting ini dapat dicegah dengan asupan nutrisi yang cukup.

“Daun kelor merupakan bahan makanan sehari-hari yang kaya akan nutrisi, daun kelor sendiri dapat dijadikan pangan fungsional sebagai salah satu langkah yang mendukung asupan nutrisi yang cukup sebagai strategi pencegahan stunting,” paparnya.

Setelah pemaparan materi selesai, para kader juga diberikan pelatihan pembuatan pangan fungsional, dengan membagi beberapa kelompok.

Acara ditutup dengan kuis dan pembagian hadiah kepada pada para kader yang hadir. (ton)

Editor : Kimda Farida