Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lawan Narkoba dari Sekolah, Guru dan Siswa SMAN 7 Mataram Tes Urine

Ali Rojai • Minggu, 2 Februari 2025 | 18:55 WIB

 

PERANGI NARKOBA: Keluarga besar SMAN 7 Mataram bersama BNN NTB mendeklarasi anti narkoba di halaman sekolah setempat, Jumat (31/1).
PERANGI NARKOBA: Keluarga besar SMAN 7 Mataram bersama BNN NTB mendeklarasi anti narkoba di halaman sekolah setempat, Jumat (31/1).

LombokPost-SMAN 7 Mataram mendeklarasikan anti narkoba. Kegiatan deklarasi tersebut dilaksanakan dan disaksikan langsung Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB di halaman sekolah setempat, Jumat (31/1).

Kepala SMAN 7 Mataram Ridha Rosalina mengatakan, sekolah yang dipimpinnya merupakan  satu dari sepuluh sekolah yang menjadi bagian dari program sekolah Bersinar (bersih dari narkoba) BNN NTB.

Salah satu implementasi dari program itu ada dua guru Bimbingan Konseling (BK)  dilatih mengenal apa itu narkoba sampai mendeteksi ciri-ciri pengguna narkoba untuk dilaporkan ke BNN NTB.

Ridha menilai penyalahgunaan narkoba sekarang ini cukup masif. Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya mengundang BNN NTB melakukan sosialisasi dan kampanye anti narkoba. Sekaligus tes urine untuk memastikan agar tidak ada kekhawatiran penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

 “Tes urine bentuk kepedulian kami, sekarang ini tes urine kami lakukan untuk guru-guru dulu,” terang perempuan berjilbab ini.

Tes urine tidak hanya menyasar guru dan siswa, namun juga petugas kebersihan di sekolah. Ia ingin keluarga besar Smanju sebutan SMAN 7 Mataram memerangi narkoba.

“Deklarasi anti narkoba dibacakan siswa dan disaksikan langsung BNN NTB. Kami berharap sekolah ini menjadi sekolah bersih dari narkoba,” pungkasnya.

Waka Kesiswaan SMAN 7 Mataram Musyrifin ingin menghilangkan mindset yang kurang baik kepada siswa. “Ndak makai ndak gaul, ndak jebol ndak gaul. Pernah kita dengar bahasa itu sejak beberapa tahun lalu. Ini harus kita hilangkan,” cetusnya.

Diutarakan, membentuk karakter siswa tidak bisa sendiri. Harus ada kolaborasi dengan semua pihak. “Misalnya, semua guru dan kepala sekolah, bukan hanya kesiswaan saja,” ujarnya.

Salah satu bentuk yang bisa dilakukan sekolah untuk memerangi narkoba bagaimana menciptakan budaya positif. Budaya positif menumbuhkan kesadaran dari dalam diri anak itu sendiri tanpa dipengaruhi aturan.

“Membangun budaya positif dari guru dan siswa dimulai dari kelas. Membuat keyakinan atau komitmen bersama, bukan sepihak. Jadi bukan satu arah, tapi mendengarkan suara anak,” urainya.

Dengan tumbuh kesadaran dari anak-anak kata Musyrifin, akan terbentuk budaya positif. Mengubah perilaku seluruh anak sekaligus bukan perkara mudah, namun melalui ruang kelas dengan komitmen guru dan siswa.

Untuk di SMAN 7 Mataram kata dia, ada upaya meningkatkan kedisiplinan. Ada pendekatan aturan atau tata tertib siswa dan juga pendekatan lain. “Jadi kalau di sekolah berkolaborasi dengan guru mapel (mata pelajaran) untuk menanamkan nilai karakter,” pungkasnya.

Pengurus Komite SMAN 7 Mataram H Ramli mengapresiasi deklarasi diadakan sekolah. Karena kegiatan ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. “Jangan sampai kita melakukan pencegahan setelah anak direhabilitasi,” ujarnya.

Ia ingin juga ada pengawasan orang tua di lingkungan agar anak-anak tidak terjerumus narkoba. “Pengawasan di lingkungan tempat tinggal sangat dibutuhkan,” ujar Ramli.

Ia menyebutkan,  anak-anak yang broken home, putus sekolah kerap menjerumuskan temannya dalam penyalahgunaan narkoba. “Kalau sudah terjerumus narkoba maka akan melakukan tindak kriminal seperti mencuri. Di kampung sekarang gas elpiji banyak yang hilang,” pungkasnya. (jay/r2)

Editor : Rury Anjas Andita
#BNN #terjerumus #SMAN #Mataram #NTB #Sosialisasi #Tes Urine #deklarasi #Narkoba