Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Loby SMPN 15 Mataram Dipasangi Garis Polisi, Ini Gara-garanya

Ali Rojai • Jumat, 16 Mei 2025 | 22:43 WIB
Depan Loby SMPN 15 Mataram dipasangi garis polisi karena ada kerusakan di bagian atas.
Depan Loby SMPN 15 Mataram dipasangi garis polisi karena ada kerusakan di bagian atas.

LombokPost-Bagian depan ruang loby SMPN 15 Mataram dipasangi garis polisi karena coran bangunan tersebut patah. Ditambah lagi hujan yang terus-menerus dikhawatirkan kayu atap lapuk dan ambruk.

Kepala SMPN 15 Mataram Hj Sri Wahyu Indriani mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram untuk meminta mengecek kondisi bangunan tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan, Dinas PUPR Kota Mataram mengeluarkan hasil bahwa gedung tersebut masuk kategori rusak ringan. Selang dua minggu, ada yang patah di bagian bangunan.

“Kita minta  tukang yang waktu itu bekerja di kantin menurunkan patahan coran. Kita khawatir patahan itu jatuh sewaktu-waktu yang menimpa siswa,” tutur Indriani.

Setelah beberapa minggu, Dinas PUPR Kota Mataram kembali mengecek ruang  loby SMPN 15 Mataram. Hasilnya rusak berat dan pihak sekolah memasang garis polisi agar anak-anak tidak melintas di depan.

Ia meminta pemborong membuatkan RAB (Rencana Anggaran Biaya) rehabilitasi untuk dilaporkan langsung ke manager Biaya Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram.

Tapi, RAB nilainya cukup besar sehingga Disdik  Kota Mataram menyarankan agar tidak menggunakan dana BOS untuk rehabilitasi. “Kita diminta tidak menggunakan dana BOS untuk rehab karena anggarannya cukup besar,” ujar Indriani.

Kepala SMPN 15 Mataram Hj Sri Wahyu Indriani
Kepala SMPN 15 Mataram Hj Sri Wahyu Indriani

Jelang beberapa pekan lanjut dia, Tim Disdik Kota Mataram turun melihat  kondisi sekolah. Tim mengecek loby SMPN 15 Mataram dan siap memberikan bantuan untuk rehabilitas.

Termasuk akan dibangunkan tangga penghubung antara gedung sebelah utara dengan sebelah barat.

“Sampai sekarang garis polisi belum kita buka. Masih saja kita was-was,” tutur Indriani.

Kepala Tata Usaha (KTU) SMPN 15 Mataram Herawati mengatakan, pihak Disdik Kota Mataram dan pemborong sudah mengecek kondisi loby SMPN 15 Mataram yang rusak.

Dari tingkat kerusakan yang awalnya 25 persen menjadi rusak berat. Ia diminta membuat proposal untuk mengajukan bantuan rehabilitasi.

“Proposal sudah kita buat dan sudah kita ajukan ke dinas,” cetus Herawati.

Dari informasi diterima tambah dia, Disdik Kota Mataram akan merehab bangunan loby SMPN 15 Mataram yang rusak dari  Anggaran Belanja Tambahan (ABT). “Katanya dianggarkan dari ABT,” tandasnya. (jay)

 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#kerusakan #SMPN 15 Mataram #Disdik Kota Mataram #bangunan #Patah