LombokPost - Banyak cara dapat dilakukan untuk membantu melestarikan lingkungan. Salah satunya seperti dilakukan murid SDN 19 Cakranegara mengolah air leri serta limbah organik untuk menjadi pupuk organik.
Tak hanya itu, murid juga diajak merawat tanaman yang ada di halaman sekolah dengan menyiramkan langsung air leri.
Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini menuturkan air bekas cucian beras atau air leri bisa dijadikan pupuk organik dan mempunyai banyak manfaat untuk tumbuhan atau tanaman.
Salah satunya yakni mengandung vitami B1 yang dapat menstimulasi pertumbuhan akar atau mengurangi syok transplantasi pada tanaman. “Tanaman ini butuh nutrisi,” ujar Sri.
Saat ini kata dia, banyak orang yang membuang leri beras dan airnya dibuang begitu saja. Apalagi pengolahan terkait limbah sayuran juga masih kurang.
Untuk membuat pupuk organik kata Sri, bahan-bahan yang digunakan yakni, serabut kelapa, bonggol pisang, serta limbah sayuran atau buah-buahan.
Caranya, serabut kelapa, bonggol pisang, dan limbah sayuran masukkan ke dalam wadah atau tong besar. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut disiram air leri lalu ditutup dan didiamkan selama satu minggu atau lebih.
“Sekarang kita minta murid menyiram tanaman dengan air leri yang dibawa dari rumah. Tanaman ini sampa seperti manusia butuh nutrisi,” ucap Sri.
Tak hanya itu, air leri juga akan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Dengan membawa air leri dan menyiramkan langsung ke tanaman para murid bisa lebih peduli terhadap lingkungan. “Kami meminta murid membawa air leri dua kali dalam seminggu,” tutur Sri.
Ditambahkan, sedekah tidak hanya berupa uang, namun juga membawa air leri menjadi bagian sedekah ke sekolah dengan peduli terhadap tanaman atau tumbuhan.
“Kegiatan yang kami lakukan ini akan membentuk karakter murid peduli terhadap lingkungan,” pungkas Sri. (jay)
Editor : Pujo Nugroho