LombokPost- SDN 24 Mataram menggelar lomba dan game pembelajaran berbasis Sistem Terpadu Matematika Jilid (STMJ) yang melibatkan seluruh murid di halaman sekolah setempat, Sabtu lalu (31/5).
STMJ ini diakui sebagai gebrakan baru dalam meningkatkan dan menguatkan daya berpikir kritis murid. Sebuah inovasi pembelajaran numerasi yang diberi nama STMJ dengan jargon bisa karena terbiasa.
STMJ merupakan seperangkat pembelajaran yang dikembangkan untuk memudahkan murid dalam pembelajaran numerasi. STMJ berisi kumpulan soal-soal latihan konsep dasar matematika. Soal-soal cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, logika matematika, game matematika berhadiah menarik, laporan perkembangan murid dan lain-lain.
STMJ kali pertama diimplementasikan di SDN 24 Mataram pada tahun 2024 hingga saat ini. STMJ masih dikemas dalam bentuk sebuah buku dan harapan kedepannya akan dikembangkan lagi menjadi sebuah inovasi berbasis digital.
Kepala Sekolah SDN 24 Mataram Endiyah mengatakan, kemampuan numerasi murid di SDN 24 Mataram semakin menurun berdasarkan rapot pendidikan tahun 2023 pada bidang numerasi. Mirisnya permasalahan tersebut ternyata dialami juga oleh beberapa sekolah lain mulai dari jenjang SD hingga jenjang SMA.
Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi murid terhadap pembelajaran matematika. Sehingga menyebabkan banyak murid kesulitan menguasai konsep dasar operasi hitung. Terutama untuk bilangan yang lebih besar, bahkan beberapa murid belum dapat mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan bersusun dengan baik.
“Kehadiran pembelajaran STMJ ini penting untuk mendorong murid lebih aktif dan memiliki daya berpikir kritis sehingga mampu memecahkan soal-soal ujian dengan baik,” ujar Endiyah.
Menurutnya, murid seringkali bingung menyelesaikan soal-soal cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal penguasaan konsep ini merupakan pondasi penting untuk memahami materi selanjutnya.
“Penyebab lainnya tidak adanya wadah khusus diluar mata pelajaran matematika yang membuat murid bisa sering berlatih tentang konsep dasar matematika,” ucap Endiyah.
Sementara itu, guru kelas V SDN 24 Mataram Ihwan menuturkan, STMJ ini akan diterapkan di semua level mulai dari level satu hingga level enam. Pelaksanaannya dilakukan minimal tiga kali pertemuan dalam sepekan selama satu jam pelajaran.
Dalam sepekan ditargetkan setiap murid menyelesaikan satu lembar STMJ dan sebulan sudah menyelesaikan satu jilid. Lalu naik ke jilid selanjutnya pada bulan berikutnya.
Menurut Ihwan, ada beberapa kelebihan dari STMJ. Diantaranya dapat diterapkan di semua jenjang satuan pendidikan dasar dan mudah diakses. Memotivasi murid untuk sering berlatih karena dilengkapi dengan game berhadiah di setiap kenaikan jilid. Mengefisiensi waktu pembelajaran karena terdapat laporan perkembangan murid dan catatan wali murid dan guru kelas sebagai penghubung komunikasi antara guru dan wali murid.
“Selain itu, STMJ juga dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi berbasis digital,” ujar Ihwan.
Dengan hadirnya STMJ ini lanjutnya, murid menjadi lebih aktif dan senang dalam pembelajaran numerasi. Termotivasi memiliki kemampuan numerasi yang baik dan daya berpikir kritis yang sangat bagus.
Serta membuat murid terbiasa berlatih sehingga mereka lebih percaya diri saat memecahkan suatu masalah dan saat berhadapan dengan soal-soal ujian. Seperti asesmen harian, asesmen akhir semester, Asesmen Kompetensi Minumum (AKM), Asesmen Nasional Berbasil Komputer (ANBK), asesmen akhir sekolah, dan soal-soal ujian lainnya.
Editor : Siti Aeny Maryam