LombokPost- Hari pertama SPMB jalur afirmasi di SMAN 3 Mataram diserbu pendaftar. Antusiasme orang tua dan calon siswa begitu tinggi untuk bisa masuk melalui jalur afirmasi, yang diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu.
Sejak pagi, puluhan calon siswa memadati halaman sekolah favorit tersebut. Mereka ingin mendaftar melalui SPMB jalur afirmasi yang resmi dibuka. Hingga pukul 10.30 Wita, tercatat sudah ada 16 siswa yang mendaftar.
Pendaftaran jalur afirmasi ini memang menjadi harapan banyak keluarga kurang mampu untuk menyekolahkan anak di SMAN 3 Mataram.
“Kami membuka total 468 kursi tahun ini. Dari jumlah itu, 30 persennya atau 140 kursi khusus untuk kuota afirmasi SMAN 3 Mataram,” jelas Ketua SPMB SMAN 3 Mataram Durun Nafis.
Jalur afirmasi ini dikhususkan untuk siswa dari keluarga tidak mampu. Syarat utamanya adalah kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Program Keluarga Harapan (PKH), atau surat keterangan tidak mampu dari kelurahan/desa.
Sayangnya, kata Nafis, masih banyak orang tua yang belum melengkapi dokumen SPMB afirmasi. Ada juga yang melampirkan kartu PKH yang sudah tidak aktif.
“Kita cek satu per satu, termasuk keaktifan KIP. Kalau ragu, kami minta surat keterangan dari Dinas Sosial,” ujar Nafis.
Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan bahwa meski peminat tinggi, banyak yang terhambat pada syarat administratif.
“Kami minta agar segera melengkapi berkas sebelum pendaftaran ditutup,” tegasnya.
Yuspita menambahkan, jalur perpindahan tugas orang tua juga dibuka bersamaan. Jalur ini ditujukan untuk siswa yang orang tuanya dipindah tugaskan ke Mataram. Syarat utamanya adalah surat rekomendasi dari Dikbud NTB.
Salah satu orang tua, Hafsah, mengaku belum lengkap membawa dokumen. “Lupa saya bawa KK dan akta kelahiran anak. Besok saya datang lagi,” ujarnya.
SPMB SMAN 3 Mataram jalur afirmasi menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan untuk keluarga tidak mampu semakin terbuka. Namun, syarat KIP PKH SPMB tetap harus dipenuhi demi ketertiban seleksi.
Editor : Prihadi Zoldic