LombokPost- Pengurus PGRI NTB mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB untuk transparan dalam pengumuman data siswa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi dan perpindahan tugas tahun ajaran 2025. Permintaan ini berkaitan dengan hasil seleksi SPMB 2025 tingkat SMA yang dinilai belum sepenuhnya terbuka ke publik.
SPMB NTB 2025, terutama untuk jalur afirmasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dinilai harus dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Wakil Ketua PGRI NTB Tajuddin menegaskan, SPMB sebagai bentuk komitmen menciptakan sistem pendidikan yang adil dan bebas dari praktik kecurangan.
“SPMB jalur afirmasi seharusnya benar-benar diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Begitu pula jalur perpindahan tugas harus sesuai dengan ketentuan. Tanpa transparansi, publik akan mudah curiga adanya penyalahgunaan kuota,” tegas Tajuddin.
Ia mengatakan, harus pengumuman resmi dan lengkap dari Dikbud NTB mengenai data siswa SPMB yang lolos melalui kedua jalur tersebut.
Menurutnya, daftar nama siswa, asal sekolah, dan dasar lolosnya jalur afirmasi atau perpindahan adalah informasi publik yang harus disampaikan secara terbuka.
“Kalau memang niatnya adil, seharusnya data siswa yang lolos ditempel di sekolah atau dipublikasi daring, minimal nama dan jalur yang diambil. Kami tidak meminta data sensitif, hanya hal-hal yang menyangkut keabsahan proses seleksi,” tutur Tajuddin.
Transparansi SPMB NTB 2025, menurut Tajuddin, tidak hanya soal keterbukaan, tapi juga bentuk kontrol sosial agar tidak ada penyalahgunaan kuota. Jangan sampai ada laporan dari masyarakat yang mempertanyakan keabsahan siswa yang lolos melalui jalur perpindahan tugas.
PGRI NTB menilai, jika data siswa SPMB jangan dibiarkan tertutup maka kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan akan melemah.
Padahal, jalur afirmasi dan jalur perpindahan diadakan untuk memberikan akses yang lebih adil dan merata, bukan disalahgunakan.
“Kami percaya Dikbud NTB juga punya semangat yang sama untuk menjaga keadilan dalam pendidikan. Transparansi ini justru akan memperkuat kepercayaan publik terhadap SPMB SMA NTB 2025,” ujar Tajuddin.
Ia kembali menegaskan pentingnya pengawasan publik terhadap jalur afirmasi dan perpindahan tugas di PPDB tahun ini.
“Mari bersama kita kawal sistem ini agar benar-benar adil, akuntabel, dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam