LombokPost- Beberapa SMP Negeri di Kota Mataram menghadapi tantangan berulang. Jumlah siswa yang diterima dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tak pernah mencapai target optimal.
Kondisi ini seringkali berujung pada tidak terpenuhinya jumlah rombongan belajar (rombel) ideal yang telah disiapkan.
Namun, untuk SPMB tahun ini harapan baru kembali muncul di SMPN 11 Mataram. Sekolah yang lokasinya di Jalan Panji Asmara, Kekalik mendapat kuota lima rombel (rombongan belajar).
Satu rombel bisa menampung jumlah siswa ideal, yakni 32 siswa. Artinya, sekolah akan menerima 160 siswa yang terbagi dalam lima rombel.
“Mudah-mudahan kuota ini bisa terpenuhi,” kata Kepala SMPN 11 Mataram Azizudin, Jumat lalu (20/6).
Ia menyebutkan, pengalaman tahun lalu kuota SPMB di SMPN 11 Mataram tidak terpenuhi. Jumlah siswa yang diterima hanya empat rombel dengan jumlah siswa dibawah 150 orang. Kendati demikian ia optimis kuota SPMB yang diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram tahun ini bisa terpenuhi.
“Kita harus bersaing untuk mendapatkan siswa di sini (SMPN 11 Mataram),” ucap Azis.
Menurutnya, dengan jumlah siswa sekarang ini pihaknya bisa memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada seperti ruang kelas, laboratorium, dan sarana olahraga.
Tak hanya itu, program kegiatan selama satu tahun berjalan lancar.
“Kami berharap kuota SPMB tahun ini bisa terpenuhi,” ujar Aziz.
Meskipun demikian, tantangan untuk mencapai target ini tetap ada. Seperti persaingan antar sekolah, preferensi orang tua, serta dinamika persebaran calon siswa di setiap zona.
Editor : Siti Aeny Maryam