LombokPost - Di era digital saat ini, komunikasi visual menjadi kebutuhan utama dalam hampir semua lini kehidupan.
Mulai dari bisnis, pariwisata, hiburan, pendidikan, hingga sektor sosial.
Karena itu, studi Desain Komunikasi Visual (DKV) di Perguruan Tinggi menjadi sangat kontekstual dengan zaman.
Tak terkecuali bagi program studi DKV yang ada di Kampus UBG Mataram.
“DKV Universitas Bumigora hadir untuk menyiapkan generasi kreatif yang tidak hanya andal secara teknis, tapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan inovatif, dan daya saing global,” jelas Dr. I Nyoman Yoga Sumadewa, M.Sn., Kepala Program Studi DKV, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Bumigora.
“Bahkan Kurikulum yang kami jalankan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tapi juga dampak nyata pada masyarakat, sesuai dengan visi “Kampus Berdampak” yang kami usung,” tambahnya.
Lantas, dia menilai dengan pendekatan tersebut, mahasiswa DKV tidak hanya siap bekerja, tapi juga siap menciptakan perubahan lewat karya-karya yang berdampak bagi komunitas dan industri.
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Bumigora, Kata Yoga, sapaannya, hadir sebagai salah satu program unggulan yang dirancang secara eksklusif dan strategis.
“Setiap tahun, DKV hanya membuka dua kelas, dengan tujuan memberikan perhatian dan pendampingan maksimal kepada setiap mahasiswa agar proses pembelajarannya lebih efektif dan terfokus,” bebernya.
Karena itu, prodi ini turut berfokus mengembangkan tiga konsentrasi utama, yang dia nilai sangat relevan dengan kebutuhan daerah dan tren industri kreatif saat ini.
Tiga konsentrasi studi yang dimaksud diantaranya yang pertama adalah fotografi dan videografi profesional.
Kedua, animasi dan multimedia Interaktif.
Ketiga adalah desain visual dan periklanan digital.
Melalui konsentrasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tapi juga kemampuan berpikir kreatif, manajerial, dan strategis.
Tak hanya itu, dukungan fasilitas pembelajaran juga sangat berperan dalam pembentukan kompetensi mahasiswa.
DKV Universitas Bumigora telah dilengkapi sarana penunjang perkuliahan yang sangat lengkap dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Diantaranya berupa ; studio foto professional, laboratorium animasi dan laboratorium praktik desain.
Serta ruang pameran mahasiswa untuk menampilkan karya kreatif mereka kepada publik.
Selain itu, dukungan dari tenaga pengajar juga terbilang mumpuni, karena dibina oleh para dosen dengan latar belakang akademik dan profesional yang beragam.
Mereka tidak hanya terampil dalam mengajar, tetapi juga aktif berkarya dan berkolaborasi di dunia desain dan industri kreatif.
Dengan demikian lulusan prodi ini diharapkan memiliki tiga macam kompetensi unggulan. Diantaranya yakni menjadi profesional di bidang desain, produksi konten, hingga animasi.
Kemudian dapat mengembangkan brand dan strategi komunikasi visual untuk berbagai sektor.
Serta dapat membangun usaha mandiri di bidang ekonomi kreatif dan digital.
Kaprodi Yoga percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mempercepat kemajuan mahasiswa.
Karena itu, pihaknya telah menjalin kerja sama aktif dengan berbagai mitra UMKM, lembaga nasional, serta jejaring internasional yang bergerak di bidang desain. juga media, animasi, periklanan dan pengembangan konten kreatif.
Tak hanya itu, di prodi ini mahasiswa juga akan mendapat kesempatan terlibat dalam proyek nyata bersama pelaku industri.
Mengikuti program magang dan praktik langsung di lapangan.
Serta terlibat dalam eksibisi, inkubasi bisnis dan kompetisi kreatif.
“Dengan portofolio yang sudah terbentuk selama kuliah, mahasiswa kami memiliki prospek karier yang cerah di berbagai sektor. Seperti di agensi kreatif, perusahaan teknologi, industri pariwisata, media, maupun sebagai entrepreneur kreatif yang mandiri dan adaptif,” pungkasnya.***
Editor : Kimda Farida